October 1, 2022

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Sejumlah Perusda Pemprov Tak Sesuai Target

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan penyertaan modal kepada sejumlah perusahaan milik daerah (perusda) melalui alokasi APBD. Perusda pun ditarget untuk memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk tahun 2021 sejumlah perusda belum dapat mencapai target. Bahkan ada perusda di tahun itu tidak memberikan kontribusi. Hal ini terungkap dalam Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun anggaran 2021 yang terbit dan ditandatangani Gubernur Isran Noor di tahun 2022.

Gubernur menyampaikan bagian laba yang dibagikan kepada pemerintah daerah (dividen) atas Penyertaan Modal pada BUMD. Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) pada tahun 2021 ditarget dapat memberikan kontribusi ke kas daerah sebesar Rp730.577.312, dari nilai tersebut dapat direalisasikan sebesar Rp1.151.253.684 yang disetor pada 1 Juli 2021. Kemudian Perusda Kehutanan Sylva Kaltim Sejahtera yang pada 2021 ditarget dapat memberikan kontribusi ke kas daerah sebesar Rp50.000.000, dari nilai tersebut direalisasikan hanya sebesar Rp6.770.869 dan disetor 14 Desember 2021.

Sedangkan Perusda Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera (BKS)pada 2021 ditarget dapat memberikan kontribusi ke kas daerah sebesar Rp10.800.000.000, sayangnya tidak terealisasi. Kemudian PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim-Kaltara pada 2021 ditarget dapat memberikan kontribusi ke kas daerah sebesar Rp185.433.921.944, dari nilai tersebut dapat direalisasikan sebesar Rp100.404.136.360,78 yang terdiri dari perhitungan dana pembangunan daerah sebesar Rp47.969.795.155 (setor tanggal 28 April 2021) dan deviden sebesar Rp52.434.341.205,78 dan disetor tanggal 28 April 2021.

Perusda Ketenagalistrikan ditarget dapat memberikan kontribusi ke kas daerah sebesar Rp1.320.000.000, dari nilai tersebut direalisasikan sebesar Rp1.644.007.097 dan disetor tanggal 19 Januari 2021. Di sisi lain Perusda PT. Migas Mandiri Pratama (MMP) melakukan penyetoran ke kas daerah sebesar Rp109.703.504.388 yang terdiri dari dividen tahun buku 2019 sebesar Rp19.448.793.898 dengan rincian Rp10.608.433.035, disetor tanggal 3 Agustus 2021 dan Rp8.840.360.863 disetor tanggal 3 Agustus 2021.

Sedangkan dana optimalisasi pendapatan daerah dari particiating interest 10% Blok Mahakam yang merupakan tidak lanjut temuan atas pemeriksaan (LHP) BPK RI sebesar Rp90.254.710.490, telah disetor pada November dan Desember 2021. Kemudian PT. Jamkrida pada tahun 2021 ditarget dapat memberikan kontribusi ke kas daerah sebesar Rp192.904.661, dari nilai tersebut hanya dapat direalisasikan sebesar Rp48.274.359,80 dan disetor pada 28 Juni 2021. (AZ)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: