October 1, 2022

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Di 2021 Perusda Bara Kaltim Tak Setor ke Kasda, Dirut dan Gubernur Beda Penjelasan

Isran Noor dan Didi Muliadi

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membentuk sejumlah perusahaan daerah (perusda) dengan tujuan agar perusahaan berplat merah itu dapat memberikan kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD). Misalnya Perusda Melati Bhakti Satya, Perusda Kehutanan Sylva Kaltim Sejahtera, Perusda Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera (BKS), PT. Bank Pembangunan Daerah Kaltim-Kaltara, Perusda Ketenagalistrikan, PT. Migas Mandiri Pratama, PT. Jamkrida dan PT. Asuransi Bangun Askrida.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengungkapkan, kontribusi sejumlah perusda itu pada tahun anggaran 2021, misalnya Perusda Ketenagalistrikan ditarget dapat memberikan kontribusi ke kas daerah (kasda) sebesar Rp1.320.000.000, dari nilai tersebut direalisasikan sebesar Rp1.644.007.097 (setor tanggal 19 Januari 2021). Kemudian PT. Bank Pembangunan Daerah Kaltim-Kaltara pada Tahun 2021 ditarget dapat memberikan kontribusi ke kas daerah sebesar Rp185.433.921.944, dari nilai tersebut dapat direalisasikan sebesar Rp100.404.136.360,78 yang terdiri dari perhitungan Dana Pembangunan Daerah sebesar Rp47.969.795.155 (setor tanggal 28 April 2021) dan deviden sebesar Rp52.434.341.205,78 (setor tanggal 28 April 2021).

Lalu bagaimana dengan Perusda pertambangan batubara yaitu Perusda Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera (BKS)? Pada 2021 lalu, menurut gubernur, perusda ini belum memberikan kontribusi di tahun itu.

“Perusda Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera pada tahun 2021 ditarget dapat memberikan kontribusi ke kas daerah sebesar Rp10.800.000.000, namun tidak ada realisasi,” kata gubernur dalam Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2021 yang berakhir 31 Desember 2021 yang diterbitkan tahun 2022.

Sedangkan pihak Perusda Bara Kaltim Sejahtera mengklaim bahwa, perusda mereka selalu memberikan kontribusi untuk PAD dan tidak pernah nol atau tidak ada.

“Terkait dengan pendapatan yang kami terima dari MSJ atas saham preferen (saham seri B) PD. BKS setiap tahunnya tidak pernah mengalami nihil atau nol, hanya saja pendapatan tersebut bersifat fluktuatif. Kalau nihil pastinya kami tidak dapat memberikan kontribusi bagi PAD Provinsi Kalimatan Timur,” kata Didik Muliadi, Dirut Perusda Bara Kaltim Sejahtera pada Kalpostonline melalui pesan percakapan.

Didik juga mengutarakan berapa jumlah uang yang diserahkan ke pemerintah provinsi sebagai kontribusi PPA.

“Kontribusi PAD PD BKS di Tahun 2021 atas Laporan Keuangan yang Audited tahun 2020 adalah sebesar Rp9,1 miliar. Kemudian Kontribusi PAD PD BKS Tahun 2022 ini atas laporan keuangan yang audited tahun 2021 dan saat ini sedang dalam proses persetujuan Gubernur Kaltim adalah sebesar Rp15,2 miliar,” jelasnya.

Untuk kontribusi perusda BKS pada tahun 2020 lalu gubernur menjelaskan bahwa perusda batubara itu ditarget kontribusi ke kas Daerah Rp15,9 miliar, namun target itu belum terpenuhi.

“Perusda Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera pada tahun 2020 ditarget dapat memberikan kontribusi ke kas daerah sebesar Rp15.950.000.000, dari nilai tersebut dapat direalisasikan sebesar Rp13.916.946.395 setor tanggal 23 November 2020,” jelas gubernur dalam LKPD tahun anggaran 2020 yang terbit 2021.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono yang diminta tanggapanya terkait dengan belum adanya kontribusi perusda BKS tersebut belum memberikan tangggapan. Pertanyaan yang media ini sampaikan melalui pesan percakapan hingga berita ini ditayangkan belum ada jawaban. (AZ/QR)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: