June 14, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

IDM Kaltim Unggul di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Sebagian Sumatra

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Program pembangunan desa di Kalimantan Timur tahun ini memiliki catatan tersendiri. Sebab secara nasional Indeks Desa Membangun (IDM) Kalimantan Timur pada 2020 berada di peringkat ke sembilan. Artinya IDM Kalimantan Timur unggul di semua provinsi untuk regional Sulawesi, Maluku dan Kalimantan. Bahkan di pulau Sumatra hanya dua provinsi yang mengungguli Kalimantan Timur.

“Alhamdulillah Kaltim bisa mengalahkan seluruh provinsi di Sulawesi, Maluku, dan Kalimantan. Provinsi di Sumatera yang di atas Kaltim hanya Sumbar dan Babel. Bahkan, Provinsi Banten jauh di bawah Kaltim, ” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur, Moh Jauhar Efendi, dalam keterangan tertulis yang diterima kalpostonline, Selasa (7/7/2020).

Ia menyebutkan, bila dibandingkan pada 2019, laju kenaikan status desa dari desa mandiri dan maju cukup pesat. Pun penurunan status desa tertinggal dan sangat tertinggal juga cukup besar. Pada 2019, jumlah desa mandiri di Kaltim hanya 11 desa. Tahun ini mengalami kenaikan menjadi 51 desa atau naik sebesar 363,63 persen. Desa maju tahun 2019 lalu 107 desa. Tahun ini menjadi 202 desa atau naik 88,79 persen. Desa berkembang pada 2019 sebanyak 415 pada 2020 ini naik menjadi 456 desa, atau naik 9,88 persen. 

Moh Jauhar Efendi

Sedangkan desa tertinggal pada tahun lalu mencapai 285 desa, pada tahun ini berkurang menjadi 129 desa atau mengalami penurunan 54,74 persen.
Adapun desa sangat tertinggal yang tahun lalu masih sebanyak 23 desa, di tahun ini tinggal 4 desa atau mengalami penurunan sebesar 82,61 pesen.

“Secara keseluruhan pada tahun 2019 lalu jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal masih sebanyak 308 desa atau 36,67 persen dari 841 desa di Kaltim. Tahun ini tinggal 133 desa atau 15,80 persennya, ” sebutnya memungkasi.

Jauhar berharap, hasil kali ini dapat ditingkatkan pada tahun berikutnya. Meski demikian, kata dia, saat ini pihaknya masih menunggu realisasi bantuan keuangan desa yang bersumber dari provinsi. (OY)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: