Pembayaran TPP Nakes RSUD AWS dan Kanujoso Djatiwibowo Macet 3 Bulan, Sekda Sebut Ada di Perubahan APBD

SAMARINDA, KALPOSTONLINE.COM | Nasib tenaga kesehatan di dua Rumah sakit Pemerintah yaitu RSUD Abdul Wahab Sjahranie dan RSUD Kanujoso Djatiwibowo mulai menunjukkan titik terang. Setelah sebelumnya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ribuan nakes di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dan RSUD dr. H. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan masih tertunggak hingga tiga bulan dari Juni-Agustus 2026. Pihak Pemprov Kaltim melalui Sekretaris Daerah Sri Wahyuni menanggapi persoalan tersebut. Ia menyebut anggaran sudah disiapkan dan menunggu pengesahan APBD Perubahan.
“Di perubahan, Ada penyesuaian. Sudah dari awal kita masukkan di Perubahan (APBD, red). Pembahasan perubahan kan sedang berjalan ya, mudah mudahan segera.” ucap Sri Wahyuni, Sekretaris Daerah Kalimantan Timur kepada awak media di Gedung Lamin Etam, Selasa, (15/9/2026).
Ia menegaskan bahwa pihak pemerintah provinsi berkomitmen penuh sembari masih melakukan penyesuaian serta pembahasan lebih lanjut terkait TPP.
“Sudah masuk di RKPD perubahan, sudah beberapa kali kami bilang. Ada penyesuaian saja, biasa itu, jadi ada kelebihan, kekurangan soal TPP itu kita bahas di perubahan.” tegasnya.
Ditanya lebih lanjut mengenai tunjangan terkait lainnya, Sri mulyani menjawab singkat terkait teknis.
“Nanti yang secara teknis ya, makasih.” Pungkasnya.
Seperti diberitakan media ini sebelumnya, Ratusan tenaga kesehatan dan pegawai di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda turun ke halaman parkir manajemen pada Selasa, 8 September 2026. Mereka membawa spanduk dan menandatangani petisi, menyuarakan satu tuntutan: kejelasan pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang sudah tertunda sejak Juni lalu. Meski menggelar aksi, mereka memastikan pelayanan kepada pasien tidak terganggu.
Baca juga: Ratusan Nakes RSUD AWS Demo Tuntut TPP, Ini Tanggapan Kadinkes Kaltim dan Plt. Dirut
Aksi ini diikuti beragam lini profesi di rumah sakit, mulai dari dokter, perawat, bidan, apoteker, hingga staf administrasi. Salah seorang peserta, AM (Inisial), pegawai tetap ASN Pemprov Kaltim di RSUD AWS, menuturkan bahwa penundaan TPP sudah berlangsung beberapa bulan dan mereka butuh kepastian waktu pencairan.
“Sejak Juni TPP belum dibayarkan. Kami ingin ada kejelasan kapan hak kami ini bisa dicairkan,” ujar AM, kepada Awak Media. Selasa, (8/9/2026)
Menurutnya, pihaknya bisa memahami jika ada kendala di tingkat penganggaran, namun seharusnya pihak direksi RSUD harusnya bisa lebih transparan kepada mereka.
“Kami bukan tidak memahami kalau ada kendala. Yang kami harapkan adalah keterbukaan dan kepastian, sehingga kami tahu kapan pembayarannya,” ucapnya.
Di momen lain, Plt. Direktur Utama RSUD AWS, Mazniati, justru menyoroti bahwa demonstrasi itu tidak mengantongi izin resmi, dimana ia juga menyayangkan para pegawai yang seharusnya membicarakan langsung kepada direksi rumah sakit.
“Saya sendiri tidak tahu karena tidak ada izin resmi sama sekali. Awalnya kan harusnya ada apel pagi, tapi karena ada edaran dari Sekda terkait kondisi kabut asap, apel dibatalkan,” ujar Mazniati, dikutip dari Sapos.Co.id, Selasa (8/9/2026)
Ia menjelaskan bahwa kepastian anggaran TPP sudah ada, hanya tinggal menunggu proses persetujuan dan pengesahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) bersama DPRD Kaltim. Karena itu, pihak internal rumah sakit belum bisa memberi tanggal pasti sebelum DPA resmi keluar.
“Sebetulnya sudah ada kepastian. Hanya saja, kita masih menunggu proses persetujuan dan pengesahan DPA bersama DPR. Kami di internal tentu tidak bisa memastikan tanggal pasti sebelum DPA tersebut resmi keluar,” jelasnya.
Mazniati menegaskan bahwa sumber dana TPP bukan dari BLUD, melainkan murni APBD. Ia juga menyebut manajemen sebelumnya sudah membantu relaksasi kebutuhan mendesak bagi ratusan pegawai.
“Bukan pakai dana BLUD, TPP itu penganggarannya murni lewat APBD. Kalau untuk bantuan relaksasi hutang atau kebutuhan mendesak pegawai, sebelumnya sudah kita selesaikan untuk hampir 800 orang. Bagi yang benar-benar membutuhkan penanganan khusus, saya minta untuk datang dan hubungi saya langsung agar bisa kita beri treatment yang presisi per orang,” tegasnya.
(K)



