July 24, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Ujian Tatap Muka, Komisi IV Respons Positif Langkah Disdikbud Kaltim

Rusman Yaqub DPRD Kaltim
Rusman Yaqub

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Wakil rakyat di DPRD Kaltim melalui komisi Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan merespon positif langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Kalimantan Timur untuk dimulainya kegiatan belajar dengan cara tatap muka pada saat ujian, terutama  untuk Sekolah Menengah Kejuruan(SMK).

“Komisi IV setuju saja bagi siswa SMK yang mengikuti ujian praktik maka itu perlu dilakukan langsung di lapangan. Tetapi memang pihak satuan pendidikan harus membuat protap yang ketat terutama dalam penerapan prokes covid-19,” kata Rusman Yakub Ketua Komisi IV DPRD Kaltim pada Kalpostonline, Senin (29/3/21).

Politisi senior dari PPP ini juga meminta agar pembelajaran tatap muka itu tidak dilakukan terbatas hanya pada SMK, namun juga perlu dilakukan untuk sekolah yang sederajat lainya.

“Dan saya kira ini bagian dari cara memulai proses pembelajaran tatap muka langsung yang tidak hanya SMK tetapi juga Jenjang yang lain seperti SMA atau Madrasah,” jelas ketua DPW PPP Kaltim ini mengakhiri.

Sebagaimana ditulis media ini sebelumnya, siswa SMK di Kalimantan Timur yang akan melakukan ujian diperbolehkan masuk sekolah. Sebab menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim Anwar Sanusi, ujian siswa SMK bukan hanya mengerjakan atau menjawab soal-soal tertulis, tapi juga terdapat ujian praktik yang secara teknis harus dikerjakan di lapangan yang tidak dapat dikerjakan secara daring (online).

“SMK ujian praktik. Karena itu perlu turun, masa ujian praktik pakai online,” ujar Anwar Sanusi.

Kendati masuk sekolah dan praktik lapangan saat ujian, Sanusi selalu mengingatkan agar sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan sebagaimana standar selama ini yakni, mengenakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

“Jadi nantinya tak hanya SMK yang belajar tatap muka. Sekolah sederajat juga demikian (SMA/MAN),” terangnya.

Guna mendukung penerapan protokol kesehatan, kata dia, jam ujian di setiap sekolah akan dibagi per sepuluh orang siswa per kelas secara bergantian atau bergelombang.

“Misalnya saja SMK, ujian praktiknya dua jam. Nah, muridnya bisa dibagi jadi dua gelombang dengan jatah masing-masing dua jam. Dua jam 10 siswa, kemudian 2 jam berikutnya 10 siswa sampai selesai, sehingga tidak terjadi kerumunan,” kata Sanusi menjelaskan.

Walaupun pandemik COVID-19 masih meneror, Anwar Sanusi berharap tenaga pendidik tidak patah arang dalam berusaha menjaga keberlangungan pendidikan yang produktif.

“Caranya dengan inovasi dalam proses belajar mengajar di sekolah, baik tatap muka maupun daring,” tegas Sanusi memungkasi. (ADV)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: