Reaksi Wagub Seno Aji Ditanya Banyak Kepala Daerah Kena Tangkap KPK

SAMARINDA, KALPOSTONLINE.COM | Politik tentu membutuhkan cost atau biaya. Apakah karena melunasi biaya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sehingga sejumlah kepala daerah begitu banyak ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)? Misalkan saja, pada kurun waktu 8 bulan di tahun 2026 sudah 12 kepala daerah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Bagaimana reaksi Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji terkait hal itu?
“Kalau dari saya, kalau kita mau jadi kepala daerah tujuannya ABBD, maka itu akan berakhir seperti ini,” ujar Seno Aji di Podcast Akbar Faisal Uncensored.
Menurut Seno Aji, jadi tujuannya harus sudah balik, bagaimana masyarakat sejahtera,kita harus membawa nama masyarakat, memang kita bekerja di situ untuk masyarakat.Bagaimana ABBD bisa sampai dengan baik ke masyarakat, infrastruktur, pendidikan gratis, kesehatan gratis yang kita berikan untuk masyarakat.
“Memang banyak seperti yang disampaikan Bang Sire tadi, bahwa di grup wakil kepala daerah, wakil gubernur itu juga banyak curhat yang tidak cocok dengan 01-nya,tapi selalu saya sampaikan bahwa kita ini berdua dipilih oleh masyarakat.Kalau memang tidak cocok dengan Pak Gubernur di satu hal, kalian cari hal yang lain yang bisa turun ke masyarakat. Nah ini akan mengobati kita,” jelasnya
Ketua DPD Gerindra Kaltim juga menegaskan bahwa kepala daerah bekerja tidak untuk “mengeruk” APBD, namun bagaimana memberikan APBD itu sampai kepada masyarakat.
” Karena kalau kita berpatokan bahwa ini kan, Kita gak bisa dapat APBD, memang kita gak bekerja dengan APBD. Kita hanya memberikan APBD itu Untuk rakyat. Kalau memberikan menarik APBD 40, 60 itu pasti akan korupsi jatuhnya seperti ini. Nah yang kita bisa sampaikan ke Kementerian dengan kita bekerja baik untuk masyarakat. Apa benefit kita yang secara sah, secara halal,” katanya ketua DPD Gerindra Kaltim. (AZ)



