June 27, 2022

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Dukung Mahasiswa, 3 Pimpinan DPRD Kaltim Temui Pengunjuk Rasa

Seribuan massa Aliansi Masyarakat Kaltim Menggugat (Mahakam) berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar Samarinda, Senin (11/4/2022).

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Sekitar seribu mahasiswa dari beragam organisasi kampus yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Kaltim Menggugat (Mahakam) melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar Samarinda, Senin (11/4/2022). Pengunjuk rasa sudah terlihat sejak pagi hari berkumpul di Islamic Center Samarinda. dari sini Aliansi Mahakam bergeser ke DPRD Kaltim pada siang hari dengan berjalan kaki. Di gedung DPRD sendiri nampak ratusan polisi mengamankan jalanya unjuk rasa.

Ribuan massa ada yang datang membawa bendera organisasi, membawa spanduk, dan dilengkapi dengan mobil bak terbuka yang menjadi sentral komando untuk berorasi. Dalam orasi pengunjuk rasa mengajukan 3 tuntutan, “Menolak kenaikan BBM (bahan bakar minyak), kenaikan PPN, dan perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan pemilu,” kata orator ketika berada di atas mobil komando.

Di atas mobil komando, perwakilan organisasi melakukan orasi, menyampaikan aspirasi secara bergiliran. Orasi pun sempat terhenti karena kumandang azan Ashar, aparat keamanan dan sebagian pengunjuk rasa melakukan sholat. Unjuk rasa kembali berlangsung hingga sore hari, dan bubar sekitar pukul 17.00 Wita, usai Pimpinan DPRD Kaltim ke luar menemui pengunjuk rasa dan menandatangani memorandum of understanding (Mou).

“Kami menerima dengan baik, mendukung penuh yang menjadi aspirasi mahasiswa. Demokrasi harus kita jaga, kita harus patuh terhadap konstitusi,” kata Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, menggunakan pengeras suara didampingi wakil Ketua DPRD Sigit Wibowo dan Seno Aji.

Usai Makmur, giliran mahasiswa membacakan MoU yang disodorkan ke DPRD Kaltim. Yakni menolak dan meminta pembatalan kenaikan BBM, menolak dan meminta pembatalan kenaikan PPN, dan menolak perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu 2024. Dalam Mou itu mewakili mahasiswa yaitu Arya Yudistira Palambang, Muhammad Hasbi Moa W.A, dan Muhammad Achzani Seftianur. MoU ditandatangani Makmur HAPK. Usai penandatangan MoU, pengujuk rasa membubarkan diri dengan tertib. (AK/AZ)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: