kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

HMI Demo Pertamina Patraniaga, Desak Penjelasan Antrean Panjang di SPBU Samarinda

Aksi Unjuk Rasa HMI Samarinda di Pertamina Fuel Terminal Samarinda. Rabu, (7/10/2026). Foto: Istimewa

SAMARINDA, KALPOSTONLINE.COM | Warga Kalimantan Timur tidak asing lagi melihat antrean panjang pada SPBU, terutama di Kota Samarinda. Di mana penyebab antrean panjang ini belum dapat dikonklusikan secara utuh oleh pihak Pertamina. Sejumlah komponen telah mengkritisi kinerja Pertamina, termasuk kalangan aktivis kampus.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Samarinda turun mendatangi Kantor Pertamina FT Samarinda yang terletak di Jalan Cendana untuk melaksanakan Aksi Unjuk Rasa pada Rabu, (7/8/2026). Pihaknya meminta Pertamina Patraniaga untuk tidak segan menjelaskan secara transparan akar dari antrean ini.

“Jadi tadi prosesnya adalah pihak Pertamina Fuel Terminal Samarinda yang nggak bisa membuka data yang menjadi tuntutan kami, yaitu persoalan bagaimana distribusi BBM di Kota Samarinda di tiap SPBU-SPBU. Seperti itu Dan juga bagaimana persebaran BBM di Kota Samarinda.” Ucap Muhammad Shefa, Koordinator Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda HMI Samarinda kepada Awak Media. Rabu, (7/10/2026).

Ia menyebut pihaknya hanya meminta data untuk distribusi di Samarinda, namun jalannya diskusi dengan Pertamina terkesan kurang memuaskan.

“Yang mereka pahami adalah mereka pikir kami meminta data se-Kalimantan timur. Sedangkan yang kami minta hanyalah data di Kota Samarinda. Seperti itu. Mediasi tadi juga berlangsung agak alot karena dari pihak sana nggak bisa menyampaikan apa yang kami minta.” sebutnya.

Lebih lanjut, keengganan pihak Pertamina memberikan data membuat HMI Samarinda mencari solusi lain agar dapat mendalami lebih lanjut penyebab antrean di Samarinda. Pertamina Fuel Terminal Samarinda pun diberi tenggat waktu pemberian data hingga 3×24 jam.

Baca juga: Hari Ini Kelangkaan BBM Bersubsidi Dibahas, DPRD “Panggil” Pertamina, BPH Migas dan Pemprov Kaltim

“Jadi Kami memberi tenggat ke pihak Fuel Terminal Samarinda 3×24 jam untuk menyelesaikan data tersebut Dan kami akan kembali lagi untuk minta data itu. Karena berangkat dari data ini kita akan bisa menjawab apa sih permasalahan antrean Di Kota Samarinda. Apakah memang benar karena kuota? Ataukah memang karena fasilitas yang tidak memadai atau bagaimana? Seperti itu, sebelum menawarkan solusi dan lain segala macam. Tapi ini yang kami butuhkan untuk menjawab permasalahan antre di Kota Samarinda.” Tandasnya

Pihak Pertamina FT Samarinda sendiri melalui Sales Branch Manager Kaltim I Field, Hasanuddin Ritonga menyebut bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan para demonstran secara runtut.

“Ya, kita ketemuan dengan mahasiswa dari HMI ya, di Kota Samarinda. Beliau teman-teman mahasiswa memang mempertanyakan beberapa hal lah terkait dengan yang terjadi selama ini di sekitar Kota Samarinda, perihal dengan BBM khususnya. Ya lumayan lah kurang lebih hampir 1 jam lah ya ngobrol sama teman-teman mahasiswa ada beberapa hal yang mereka sampaikan kepada kami.” Ucap ales Branch Manager Kaltim I Field, Hasanuddin Ritonga menjelaskan.

Mengenai tenggat waktu 3×24 jam dari massa untuk pemberian data, ia juga menjelaskan bahwa ia tidak dapat langsung menuruti permintaan para mahasiswa karena hal tersebut merupakan arsip perusahaan yang bersifat rahasia sehingga tidak dapat dibagikan secara cuma-cuma.

“Saya belum tahu (langkah selanjutnya, red), cuman memang kan data itu kan sifatnya rahasia ya, semua nggak sembarang orang bisa dapat data-data kayak gitu ya. Wajar sih sifatnya konfidensial ya.” jelasnya.

Mengenai antrean yang terjadi di Samarinda, ia menyebut bahwa hal ini mungkin terjadi akibat perbedaan harga dari waktu ke waktu dan kenaikan kuota 9,6 persen.

“Ya kalau antrian pasti yang pertama tidak bisa kita pungkiri adanya perbedaan harga ya, perbedaan harga yang lumayan jauh. Sebelumnya beda dari Rp10.000 Pertalite dan Rp12.000 Pertamax, sekarang semenjak 10 Juni itu jadi 16 ribu Pertamaxnya. Jadi selisihnya makin jauh. Jadi memang pasti ada kenaikan juga ya. Di Samarinda itu kami mencatat ada kenaikan sebesar hampir 9,6 persen ya. Kenaikan Pertalite di Kota Samarinda. Itu kurang lebih jumlah BBM yang disalurkan ke masyarakat lah 9,6 persen ya, selama dari kalau nggak salah naik harga itu dari 10 Juni sampai sekarang itu sekitar 9,6 persen.” Tutupnya. (K)

Admin

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan