kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Penganugerahan Kaltim Education Award 2024 Berakhir, Tapi Masih Dipertanyakan

Kris Suhariyatno

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Penganugerahan Kaltim Education Award
2024 yang di gelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim sudah berakhir.
Acara yang dipusatkan di Ballroom Swiss-Belhotel Balikpapan itu dihadiri Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, namun berakhirnya acara tersebut masih menimbulkan pertanyaan dari kalangan pemerhati pendidikan.

Kris Suhariyatno sebagai mantan Guru, mantan Kepala Sekolah, mantan Pegawai Disdikbud di Bidang Persekolahan, dirinya mempertanyakan juara 1 Nasional NSDC kok tidak mendapat KEA.

“Saya heran mengapa tahun 2024, juara 1 Nasional NSDC kok tidak mendapat KEA.
Kalau siswa bukan heran, tapi sedih dan trenyuh.

NSDC adalah National Schools Debating Championship yaitu lomba debat Bahasa Inggris berjenjang program Kementerian, dimulai dari seleksi oleh masing-masing sekolah untuk lomba tingkat Kabupaten Kota, Sekolah pemenang Kabupaten Kota akan mengikuti lomba tingkat Provinsi.

Yang mewakili Provinsi ke tingkat nasional bukanlah sekolah tetapi juara 1, 2 dan 3 INDIVIDU atau best speaker dan berdasarkan skoring, bukan cabutan.

Beberapa kali terjadi, juara 1 Provinsi adalah SMAN 1 Samarinda, tetapi ketika lomba ke tingkat nasional terdiri dari 2 siswa SMAN 1 Samarinda dan 1 siswa SMA Asisi Samarinda.

Pernah juga lomba ke tingkat nasional, siswa peserta yang mewakili Kaltim terdiri dari: 2 siswa SMAN 1 Samarinda dan 1 siswa SMAN 1 Balikpapan.
NSDC adalah lomba yang menuntut daya baca bukan sekedar minat baca dari siswa.
Tim NSDC Kaltim tahun 2024 dan meraih Juara 1 (medali emas) terdiri dari:

  1. Cedrick Nathanael Kansil (SMAK Sunodia);
  2. Joy Celine Hartanto (SMAK Sunodia); dan
  3. Ely Guyana (SMAK Asisi). “jelasnya kepada kalpostonline.

Mantan Kabid SMA dan Mantan Panpel EDA Disdikbud Provinsi Kaltim ini menambahkan Terkait Juknis:

  1. Sebaiknya juga belajar dari Kegiatan pemberian panji pembangunan, yang setau saya, juknis tidak pernah berubah, hanya terjadi penambahan kategori saja.
  2. Jika ada perubahan, alangkah eloknya jika tidak langsung diberlakukan, tapi diberlakukan untuk tahun berikutnya atau 2 tahun ke depan, sehingga ada jeda waktu sosialisasi yang cukup dan memadai, bukan seperti yang terjadi di 2024, sosialisasi hanya 1 kali di tanggal 2 Agustus 2024, sedangkan 23 September 2024 sudah penyerahan.
  3. Sosialisasi hendaknya juga menyasar kepada peserta, khususnya yang kategori siswa. Aneh bagi saya, juara Nasional NSDC yang sekian tahun selalu mendapatkan KEA, kok di tahun 2024 mendadak tidak mendapatkan, padahal keberhasilan siswa kita sebagai juara 1 Nasional juga dipublish di web Disdikbud Kaltim, ini merupakan bukti pengakuan Dinas bahwa juara 1 Nasional adalah prestasi prestisius.

Selain itu, menurutnya terkait dengan tim verifikator yang di dominasi dari akademiai FKIP Unmul, untuk tahun depan dimasukan dari kalangan birokrat dan atau mantan birokrat, misalnya mantan Kadisdikbud yang mengetahui latar belakang dilaksanakannya KEA.
“Terkait Tim Verifikator yang tahun ini dominan dari akademisi FKIP Unmul, dengan segala hormat di tahun mendatang, saya mohon juga masukkan sebagai Tim Verifikator dari kalangan birokrat dan atau mantan birokrat, misalnya mantan Kadisdikbud yang mengetahui latar belakang dilaksanakannya KEA.”pungkasnya. (QR).

Admin

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan