October 20, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Piutang PT Agro Kaltim Rp31 Miliar Tak Tertagih: Modal Dikembalikan dan Diproses Hukum

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Persoalan Perusahaan Daerah (Perusda) PT Agro Kaltim Utama (AKU) milik permprov Kaltim telah berlarut-larut. Sebab, Perusda PT AKU terakhir kali menyampaikan laporan keuangan kepada Pemprov Kaltim pada 2014 dengan kondisi perusahaan berstatus non aktif dan berhenti beroperasi. Sehingga modal senilai Rp31 miliar berpotensi lenyap.

Terkait hal itu, pada Mei 2019, auditor BPK RI Perwakilan Kaltim merekomendasikan Gubernur Kaltim agar memerintahkan Direksi Perusda PT AKU untuk menginventarisir dan mempertanggungjawabkan status dan keberadaan aset-aset PT AKU. Auditor juga merekomendasikan agar gubernur membentuk Tim Evaluasi Kinerja Perusda PT AKU untuk mengevaluasi status operasional PT AKU dan meminta pertanggungjawaban Direksi Perusda PT AKU.

“Kondisi tersebut terjadi karena Pemprov Kaltim belum memutuskan status operasional PT AKU dan meminta pertanggungjawaban Direksi Perusda AKU,” ungkap auditor dalam LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) yang diekspor Mei 2019.

Investasi permanen Pemprov Kaltim Perusda PT AKU sebesar Rp32,15 miliar. Per 31 Desember 2018 nilai penyertaan modal pemprov Kaltim dicatat dengan metode ekuitas karena jumlah kepemilikan sebesar 100 % dan tidak mengalami perubahan semenjak tahun 2017. Namun demikian, nilai investasi permanen tersebut berbeda bila dibandingkan dengan catatan ekuitas PT AKU per 31 Desember 2014 yang disajikan sebesar Rp31,88 miliar.
“Kondisi tersebut mengakibatkan saldo investasi permanen pemerintah Provinsi Kaltim pada Perusda PT AKU di tahun 2018 tidak dapat diyakini kewajarannya,” tulis auditor.

Atas kondisi tersebut, pihak Pemprov Kaltim melalui Biro Perekonomian sebagai pembina Perusda pada 13 Februari 2018 telah melakukan rapat percepatan kinerja PT AKU yang membahas rencana pembentukan Tim Penyelamatan Perusda PT AKU terdiri dari Komisi II DPRD Prov Kaltim, Inspektorat, BPKAD, Biro Hukum dan Biro Perekonomian Setda Prov Kaltim. Tugas Tim Penyelamatan yaitu melakukan alternatif, tetap mempertahankan program bisnis PT AKU dengan syarat dana penyertaan modal dikembalikan dan diserahkan ke jalur hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Pembentukan Tim Penyelamatan Perusda PT AKU masih bersifat rencana dan belum ada tindak lanjut hasil rapat tersebut,” ungkap auditor.

Perusda Perkebunan PT AKU didirikan berdasarkan Perda Nomor 6 Tahun 2000, selanjutnya terdapat perubahan bentuk badan hukum menjadi PT AKU berdasarkan Perda Kaltim Nomor 12 Tahun 2009.

Nilai aset terbesar PT AKU adalah berupa piutang usaha sebesar Rp31.191.946.064 dan belum tertagih seluruhnya sampai saat ini. Direksi PT AKU belum menyampaikan laporan perkembangan atas tagihan piutang macet dan aktivitas perusahaan telah berhenti beroperasi. Terkait hal itu, Kepala Biro Ekonomi Pemprov Kaltim, Nazrin belum memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi.

Pada 2011, PT AKU telah menandatangani MoU dengan Perusda Tunggang Parangan (TP) Kukar untuk unit usaha perkebunan kelapa sawit. Keja sama tersebut diproyeksikan dalam bentuk patungan atau joint venture company.

Kemudian pada 24 Maret 2015 lalu, Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Edy Kurniawan saat itu beserta Wakil Ketua Ali Hamdi, anggota Suterisno Thoha dan Wibowo Handoko, menggelar rapat dengar pendapat membahas saham Perusda PT AKU. Direktur utama PT AKU, Yanuar menjelaskan, kepada Komisi II, Perusda sudah memulai aktivitas perkebunan kelapa sawit sejak 2008 sebanyak seribu hektare. Pada 2010 seluas 2.500 hektar dan 2013 seluas tiga ribu hektar. Perkebunan tersebut tersebar di Samboja, Loa Janan dan Sanga-Sanga. Secara keseluruhan luas perkebunan mencapai 8.633 hektar. (OY)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: