Kondisi Kabut Asap Masih Belum Membaik, Sekolah di Samarinda Kembali Terapkan PJJ

SAMARINDA, KALPOSTONLINE.COM | Kondisi udara di wilayah Kalimantan masih jauh dari kata sehat, kebakaran hutan yang masih sering terjadi di masa kemarau panjang ini mempengaruhi banyak sektor terutama Kesehatan. Sebagai Informasi, Kasus Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kaltim per 10 Oktober 2026 tercatat sudah menyentuh 13.000 penderita, terkhususnya di Samarinda sendiri pada bulan ini sudah mencapai 4.664 lebih penderita ISPA.
Pemerintah kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan Dan Budaya merespon cepat situasi ini dengan kembali mengeluarkan instruksi bagi pihak satuan pendidikan yang dibawahi untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Adapun kebijakan ini tertera dalam surat edaran nomor 400.3.5/10460/100.01/2026 Tentang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada satuan pendidikan yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan di kota Samarinda.
“Memperhatikan bahwa kondisi kualitas udara di wilayah Kota Samarinda perlu menjadi perhatian dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan, sehingga diperlukan langkah pencegahan dan penyesuaian proses pembelajaran guna melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan serta memastikan layanan pendidikan tetap
berjalan. ” demikian keterangan dalam surat Disdikbud Samarinda.
Lebih lanjut, seluruh Kepala Satuan pendidikan diminta melaksanakan PJJ pada tanggal 15 sampai dengan 17 Oktober 2026, dengan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka. Pelaksanaan PJJ dapat dilaksanakan secara daring dan/atau metode lain yang
disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan kemampuan satuan pendidikan serta
peserta didik.
Sedangkan Pelaksanaan pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan kembali berdasarkan evaluasi kondisi kualitas udara serta aspek kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan. Pemerintah Kota Samarinda menyebut akan menyampaikan informasi terbaru kedepannya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda.
(K)



