February 25, 2024

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Angka HLS dan RLS di Kaltim Meningkat

Isran Noor

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Dalam waktu di tahun 2019 sampai dengan 2022 angka harapan Lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS) menunjukan adanya peningkatan.

“Alhamdulillah, lama sekolah mencapai 13,84 di tahun 2022.Hal ini menunjukkan anak-anak kita di daerah semua mau sekolah,” tutur Gubernur Isran Noor belum lama ini.

Misalnya mulai tahun 2019 hingga 2023 berbagai bantuan untuk penunjang pendidikan diberikan kepada sekolah-sekolah, termasuk untuk para pelajar, bentuknya Beasiswa Kalimantan Timur tuntas. Beasiswa tersebut diberikan dengan dua pola, tuntas dan stimulan.

Menurut gubernur, program pendidikan, wajib diterima seluruh masyarakat Indonesia khususnya Kaltim. Karena, merupakan tugas negara untuk menjamin pendidikan setiap warga negara selain kesehatan. “Makanya, saya bersyukur anak-anak mau terus sekolah. Semoga, apa yang telah kita lakukan ini terus berlanjut,” harapnya.

Bagi Isran, program pendidikan, wajib diterima seluruh masyarakat Indonesia khususnya Kaltim. Karena, merupakan tugas negara untuk menjamin pendidikan setiap warga negara selain kesehatan. “Makanya, saya bersyukur anak-anak mau terus sekolah. Semoga, apa yang telah kita lakukan ini terus berlanjut,” harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim M Kurniawan menjelaskan untuk HLS atau harapan lama sekolah didefinisikan sebagai lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu atau kondisi pembangunan pendidikan di berbagai jenjang di Kaltim.

Tercatat, terus meningkat HLS Kaltim, mulai 2019 sebesar 13,69 tahun, 2020 menjadi 13,72 tahun, 2021 naik lagi menjadi 13,81 dan 2022 mencapai 13,84 tahun. Dalam rata-rata lama sekolah didefinisikan jumlah masyarakat berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenjang pendidikan yang pernah dijalani. Untuk ini, terus mengalami tren meningkat, mulai 2019 selama 9,7 tahun, 2020 mencapai 9,77 tahun, 2021 diangka 9,84 tahun dan 2022 selama 9,92 tahun.

“Semua itu, tidak lepas dari kebijakan yang dilakukan Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi berkomitmen dan peduli terhadap masa depan SDM Kaltim. Berdasarkan visi dan misi Gubernur dan Wagub, yakni berdaulat dalam pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdaya saing, terutama perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas,” jelasnya. (QR.ADV/Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur)

Admin

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: