Anggota DPRD Sampaikan Aspirasi Masyarakat, Anggota Dewan Lain “Protes”
Fadly: 5 Jam Paripurna Enggak Pernah Cukup Kayak Gitu

SAMARINDA, KALPOSTONLINE.COM | Suhu politik saat Rapat Paripurna ke-19 di Gedung Utama DPRD Kaltim Selasa (4/8/2026) sedikit menghangat, ketika Anggota Komisi II DPRD Kaltim Abdul Giaz melakukan interupsi saat paripurna akan ditutup. Ia menyampaikan 4 aspirasi masyarakat terkait dengan kondisi jalan, lampu jembatan hingga trotoar di wilayah Samarinda, penyampaian aspirasi tersebut mendapat “protes” dari anggota dewan lainya.
“Izin, Sedikit ya pimpinan ada empat poin ini amanah dari masyarakat yang harus saya sampaikan mumpung ada asisten II di sini untuk bisa ditampilkan sambil monitor layar. ” Ucap Abdul Giaz sembari memperlihatkan beberapa sarana prasarana jalan yang memerlukan perbaikan.
Ia menjabarkan serta menyampaikan berbagai titik secara detail kepada seluruh hadirin dalam rapat paripurna tersebut, khususnya kepada asisten II Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Ujang Rachmad, di mana beberapa jalan rusak sudah memakan korban, dan bahkan berpotensi menambah korban baru.
“Pak Ujang yang pertama ini sudah bertahun-tahun ini jalan akses menuju perumahan BCL di Jakarta 1, Jalan Jakarta 1. Ini sudah bertahun-tahun,karena kemarin kabarnya ada orang hamil yang keguguran lewat sini, Serius. Yang kedua di Jalan Ring Road pimpinan di Jalan Ringroad. Di Ringroad 1 ini bertahun-tahun ujung ke ujung keriting semua jalanannya rusak. yang ketiga ini luar biasa bahayanya nih, Pak Ujang. Ini trotoar di Jalan Antasari di SD16. Ini akses menuju haltenya. Nah, kemarin kabarnya bahkan ada anak SD yang tercebur di sini. Satu lagi, Bang. Ini yang jalan pendekat menuju jembatan Mahulu. Ini gelap gulita sudah bertahun-tahun. Pak Ujang minta tolong Pak Ujang di atensi ke kepala PU biar cepat atau kepala Dishub Kaltim untuk cepat diterangi karena sini rawan begal.” Tambahnya
Pria yang akrab disapa Adul ini juga menyampaikan harapannya kepada pihak Pemerintah provinsi untuk dapat menyelesaikan pesan-pesan keresahan yang ia terima dari rakyat.
“Nah, Mohon segera diperbaiki, Amanah juga dari masyarakat. Ini bukan amanah lagi tapi juga sudah viral terus di media sosial dan harus saya sampaikan,” tegasnya
Anggota DPRD Kaltim Fadly Imawan melakukan interupsi pada pimpinan Dewan.Fadly Imawan protes dengan penyampaian aspirasi yang dilakukan Abdul Giaz karena dinilai moment kurang tepat dalam rapat paripurna tersebut.
“Maaf sebelumnya. Jadi kami mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Bang Abdul Giaz. Cuman saya rasa forumnya ini sangat tidak tepat kayak gitu, ya kan. Kalau kita semua anggota DPRD bersuara seperti itu, 5 jam paripurna enggak pernah cukup kayak gitu.” ucap Fadly.
Fadly menambahkan bahwa, sebaiknya hal ini tak terulang lagi, karena jika dilumrahkan, maka ke depannya akan terjadi pemborosan waktu yang seharusnya disampaikan pada forum yang semestinya, bukan di Paripurna.
“Apalagi kita ini semua anggota DPRD yang ada di sini, apa mewakili setiap dapil dan itu menjadi tanggungjawab kita. Kita diberikan pokir mestinya itulah yang kita kelola dengan baik, kayak gitu. Kalau ada permasalahan-permasalahan tentang pembangunan yang mungkin merupakan kewenangan provinsi, itu juga ada salurannya, bukan di tempat rapat paripurna seperti ini kayak gitu. Ini sekedar pendapat pribadi ketua. Mohon ke depan jangan ada lagi hal-hal seperti ini yang mungkin di luar dari apa yang kita bicarakan pada hari ini. Terima kasih. ” pungkasnya.
Interupsi berikutnya muncul dari anggota DPRD Kaltim Andi Afif Rayhan Harun, Politisi Gerindra ini mendukung langkah yang dilakukan Abdul Giaz. Namun dia juga menyayangkan terkait sulitnya dana bantuan keuangan yang masuk ke daerah pilihan (Dapil) mereka, sehingga sulit untuk menanggapi keluhan masyarakat saat reses.
“Iya, izin pimpinan. Saya rasa tepat saja pimpinan, karena gimana caranya kita mau bahas pokir sedangkan Bankeu kita aja enggak bisa masuk ke dapil kita. Saya merasa zalim terhadap dapil saya kalau sampai memang di anggaran tahun depan tidak bisa lagi masuk bankeu saya ke Samarinda dan saya merasa zalim kepada warga saya, yang telah saya datangin ketika saya reses di Samarinda. Terima kasih pimpinan.” ujar Afif Rayhan.
Rapat saat itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, didampingi Wakil Ketua Ekti Imanuel dan Ananda Emira Moeis, serta Plt Sekwan Hardiyanto dan Asisten II Pemprov Kaltim Ujang Rachmad. Agenda rapat pengesahan revisi agenda kegiatan masa sidang II Tahun 2026 serta diumumkan perubahan keanggotaan Alat Kelengkapan DPRD (Banggar) dari Fraksi Demokrat, yaitu pengantian posisi semula Andi Faisal Assegaf menjadi Agus Aras. Rapat pun hanya dihadiri 23 anggota DPRD Kaltim dari 55 anggota dewan.(K)



