Ditanya Seragam Gratispol Terlambat Diterima Siswa, Gubernur Jawab Ini…

SAMARINDA, KALPOSTONLINE.COM | Seragam sekolah Gratis untuk Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dibagikan melalui program unggulan Gubernur Kalimantan Timur belum diterima siswa, bahkan sudah berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi penerima, khususnya para orang tua dan wali murid. Gubernur Rudy Mas’ud ketika ditanya awak media terkait keterlambatan tersebut enggan memberikan penjelasan dan meminta wartawan menanyakan soal teknis itu ke instansi terkait.
“Tetap, Insya Allah tetap ada. Nanti tanya dengan dinas terkait, dinas pendidikan” ucap Gubernur Kalimantan timur, Rudy Mas’ud singkat kepada wartawan, setelah menggelar Rapat Bersama Seluruh Kepala Daerah Kaltim, di Gedung Lamin Etam. Senin, (3/8/2026).
Adapun seperti diberitakan oleh media ini sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Armin, menjelaskan alasan keterlambatan distribusi seragam sekolah program GratisPol yang dilaporkan belum diterima sejumlah siswa padahal tahun ajaran baru sudah berjalan. Ia mengatakan pihaknya sebenarnya ingin penyaluran lebih cepat. Namun proses teknis yang mengutamakan kualitas dan kepastian data membuat pelaksanaan mundur.
“Tadi Sesuai dengan arahan pak Gubernur memang harusnya lebih cepat. Ya, kita memang melihat secara teknis, karena kita ini harus memperhatikan dari kualitas. Kita betul‑betul hati‑hati melihat data yang tersedia. Sebenarnya kita maunya cepat, memang tadi banyak arahan Pak Gubernur tadi bisa agar lebih cepat, tapi pada dasarnya kita hati‑hati karena ini perlu data yang akurat,” ujar Armin, Plt Kadisdikbud Kaltim, kepada wartawan. Senin, (27/7/2026).
Menurutnya, penyaluran bergantung pada keakuratan data siswa yang dikirim oleh sekolah. Ia mencontohkan, ada sekolah swasta yang baru memasukkan data sehingga proses harus menunggu cut off dan verifikasi.
“Jangan sampai nanti data yang sudah dikasih sekolah ternyata tidak sesuai. Jadi kita nunggu data dari sekolah sebenarnya. Karena kalau sekolah tidak memberi data kan susah. Contoh hari ini kan swasta baru masuk, terakhir hari ini, Cutoffnya jam 4 ini, Nah kalau itu sudah selesai data sebetul-sebetulnya tersedia.” kata Armin.
Baca juga: Apakah Spesifikasi Seragam Sekolah Gratispol di Kaltim Sesuai SHS?
Adapun Armin menjelaskan pihaknya sedang mengevaluasi formula percepatan tanpa mengorbankan mutu sekaligus menghindari keterlambatan serupa tahun depan. Salah satu opsi yang sempat dibahas adalah mecoba mengambil data dari jenjang sekolah sebelumnya (SMP).
“Kita coba apakah ada formula untuk tahun depan agar lebih cepat. Nah kita coba lihat, tapi tetap kita melihat kualitas gitu ya. Ya memang vendor kita kan tidak hanya satu, ada tiga. Cuman kan kita ya menunggu data dari sekolah, Nah itu makanya tadi kita coba lagi, apakah bisa data kita ambil dari SMP misalnya? Tapi kan sekali lagi, itu kan kita nggak tahu pertanggungjawabannya tidak jelas jika ada keluhan” jelasnya.
Armin juga menegaskan soal tanggung jawab ketika muncul keluhan. Ia menegaskan sumber data berasal dari sekolah, sehingga apabila ada masalah ukuran atau kualitas seragam, dinas akan merujuk pada data yang dikirim sekolah.
“Nah sekarang sekolah mengirim data, kan ada surat pertanggungjawabnya ke sekolah. Kalau nanti ada keluhan, datanya ada, misal bajunya kok gini, banyak yang nggak cocok. Kami kan dapat datanya dari sekolah loh, kita hati‑hati, dan cari kira kira yang cepat tapi aman” Tandasnya.(K)



