June 13, 2024

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

STS dan Amdal PT Gunung Bayan Pratama Coal Disorot Pansus, Marthinus: Ini Tidak Ada Amdalnya

Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim saat di PT. Gunung Bayan Pratama Coal di Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat, Kamis (2/3/2023).

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Melalui jalur sungai Mahakam Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim mendatangi PT. Gunung Bayan Pratama Coal di Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat, Kamis (2/2/23). Sebelum bertemu dengan pihak perusahaan, pansus terlebih dahulu melihat dari dekat kegiatan PT. Gunung Bayan Pratama Coal di alur sungai.

Pansus kemudian bertemu dengan pihak yang bekerja dalam kegiatan di alur itu, dalam pertemuan itu pansus menanyakan perizinan, amdal hingga persoalan dampak yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut. Aktifitas ship to ship (STS) transfer atau kegiatan kapal pemindahan muatan batubara di perairan menjadi perhatian serius pansus.

“Pertama Kami butuh perizinannya, izinnya sudah sampai mana, lalu amdalnya ada tidak di lokasi ini? Sepengetahuan kita Pak, STS itu diperbolehkan bukan di dalam alur sungai, tapi di luar sungai Mahakam yaitu tepatnya adalah di muara, ini STS yang diperbolehkan. Ini jadi perhatian pansus,” kata M udin Wakil Ketua Pansus Invetigasi DPRD Kaltim.

Pihak PT. Gunung Bayan Pratama Coal yang menemui pansus saat itu menjelaskan, bahwa pihaknya tidak membawa dokumen, karena semua dokumen perizinan dan dokumen amdal berada di Kantor PT. Gunung Bayan di Balikpapan. Sedangkan anggota Pansus Investigasi Marthinus menyakini jika kegiatan perusahaan di alur sungai mahakam ini tidak memiliki amdal. Dia memberikan contoh ada perusahaan di Kutai Barat yang belum keluar RKB-nya namun sudah memasang smelter.

“Kenapa PT Bayan Group yang notabene PKB2B produksinya besar kenapa mereka tidak bikin. Kenapa tidak diurus smelter di sana? bermasalah ini amdalnya, saya tahu ini tidak punya amdalnya, ini tidak bisa dibikin amdalnya karena berdekatan dengan masyarakat. Di sebelah ini banyak masyarakat, banyak yang terdampak. Saya yakin yang di sini pasti tidak ada amdalnya, tapi kalau smelter yang dibuat di sana saya yakin ada amdalnya, tapi kalau yang di sini saya bisa klaim tidak ada. Masukkan di media, tidak ada amdalnya ini,” tegas politisi PDIP.

Kegiatan pansus tersebut dipimpin Wakil Ketua Pansus M.Udin, anggota Sutomo Jabir, Agiel Suwarno Abdul Kadir Tappa, Safuad, Marthinus, Mimi Meriami BR Pane. Sementara pansus juga didampingi pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DPMPTSP Kaltim, Awang Rama, Kasi Pemeliharaan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Yudha Harfani, serta Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan Wilayah IV. (AZ)

Admin

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: