April 20, 2024

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

PT. BBE Belum Tanggapi Rencana Pansus Investigasi Cek Lapangan

Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor menerima secara simbolis bantuan dari Direktur CSR BBE Group (Indexim, PT Bukit Baiduri Energi dan Kutai Makmur) Mulyawan Margadana berupa dana dan peralatan kesehatan untuk penanggulangan penularan Covid-19 di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (20/8/2021).

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Rencana Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim melakukan kroscek ke lapangan atas tewasnya warga di lubang tambang PT. BBE mendapat respons positif aktivis PKN Kalimantan Timur. Bahkan PKN mendesak pansus untuk segera turun ke lokasi di mana tewasnya warga tersebut.

“Pansus jangan berkomentar saja, segera turun gunung. Pastikan apakah warga yang tewas itu di lubang atau void yang aktif atau tidak. Jika ternyata voidnya masih aktif maka ini persoalan serius. Karena sudah berapa nyawa warga meninggal di lokasi penambangan PT. BBE. Kami PKN Kaltim dukung atas sikap pansus investigasi yang selama ini kritis,” tegas Ahmad Basori Ketua PKN Kaltim melalui ponselnya, Jumat (9/2/23).

PKN juga mendorong pansus untuk melaporkan kasus ini ke Kementerian ESDM jika ternyata ada bukti kuat adanya kesalahan atau kelalaian yang dilakukan pihak PT.BBE. Pansus juga harus memastikan bahwa PT. BBE bertanggung jawab kepada keluarga korban yang meninggal di lubang tambang itu.

“PKN minta pansus jujur dan tegas untuk menentukan sikap bila cek ke lapangan sudah dilakukan. Sampaikan apa adanya hasilnya ke publik. Bila ada yang tidak beres laporkan ke Kementerian ESDM. Tapi bila tidak ada masalah jangan pula dicari-cari masalahnya,” tegas aktivis yang sudah beberapa kali melaporkan sejumlah kasus ke Jakarta.

Humas PT. BBE Rahman Virlyanto yang dikonfirmasi media ini Jumat (9/2/23) belum memberikan tanggapan atas rencana Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim yang akan melakukan pengecekan lapangan area lubang tambang, tempat ditemukanya warga bernama Sukarmin. Tewasnya warga masyarakat bernama Sukarmin di kolam tambang PT. Bukit Baiduri Energi (PT.BBE) Selasa (7/2/2023) pukul 15.20 Wita bukan yang pertama kali terjadi. karena kejadian seperti ini pernah pula terjadi di tahun 2016 dan 2018. Pimpinan Panitia Khusus (Pansus) Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim menyesalkan terulangnya kembali warga meninggal di lubang tambang batubara milik PT.BBE. Pansus sendiri menyatakan bahwa, sudah pernah mengingatkan kepada semua perusahaan pertambangan agar kasus tewasnya warga di kolam tambang batubara tidak terjadi lagi.

“Saya ingat betul pada saat HUT Kaltim di tahun 2023 membuat pernyataan untuk mengingatkan agar tidak ada lagi warga tewas di kolam tambang, sekarang terjadi lagi. Silakan polisi mengusutnya, namun pansus akan mendalami dari aspek yang berbeda,” tegas M Udin Wakil Ketua Pansus pada media ini.

Pansus menurutnya, tidak hanya bicara kepada media, namun pansus akan melakukan pengecekan secara langsung guna melihat dari dekat. Langkah itu perlu dilakukan agar kasus ini menjadi terang benderang untuk mengetahui, apakah ada prosedur yang yang tidak dilaksanakan pada saat penambangan atau pasca penambangan.

“Pansus belum tahu, apakah voidnya masih aktif atau tidak. Karena itu pansus akan melakukan pengecekan di lapangan. Setelah melihat dari dekat, kemudian mengkaji, menganalisa dan selanjutnya akan mengambil sikap,” katanya lagi.

Ketika disinggung kemungkinan Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim memanggil pihak manajemen PT.BBE dan pihak kontraktor, politisi muda Partai Golkar ini belum mau berbicara banyak dengan alasan belum melakukan kros cek ke lapangan.

“Tunggu saja, kita cek dulu ke lapanganya,” pungkasnya.

Pihak PT. BBE menjelaskan bahwa, peristiwa itu langsung mendapat respons dari pihak perusahaan yang secara proaktif bekerja sama dengan tim evakuasi, yakni, ERT (tim tanggap darurat BBE), BPBD Kukar, Basarnas, Polsek dan Polres setempat.

“Kami juga menyediakan sarana dan prasarana pendukung pencarian dan evakuasi,” tulis Senior Manager Government Relation & Licensing PT. BBE M. Taufik Tri Cahyanto dalam keterangan rilisnya kepada sejumlah media.

Setelah melakukan pencarian di area lokasi kejadian, akhirnya korban berhasil ditemukan pada Selasa (7/2/2023) sekira pukul 14.20, dan telah dilakukan evakuasi oleh tim gabungan untuk di proses lebih lanjut. PT. BBE mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian sampai tuntas, dan menyampaikan bela sungkawa terhadap korban dan keluarga.

“Semoga kejadian semacam ini tidak terjadi lagi di waktu yang akan datang dan mengimbau agar setiap orang yang masuk ke area terbatas termasuk wilayah pertambangan aktif untuk melapor, memberitahu dan meminta izin demi keselamatan bersama,” tuturnya. (AZ)

Admin

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: