October 1, 2022

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Pasca Konfernaslub HPN, Tyovan Batal Melantik Belasan Pengusaha Nahdliyin Bontang

Jajaran Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kota Bontang, Kalimantan Timur yang dibatalkan pelantikannya oleh Pengurus Pusat HPN.

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kaltim, Pengurus Cabang HPN Samarinda dan HPN Cabang Balikpapan untuk masa khidmah 2022-2027 telah dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Pusat HPN, Tyovan Ari Widagdo di Samarinda, Jumat (19/8/2022). Namun begitu, belasan pengurus HPN Cabang Kota Bontang yang juga hadir di acara tersebut batal dilantik. Padahal kehadiran HPN Bontang di Convention Hall Samarinda tersebut merupakan bagian dari jajaran kepengurusan cabang HPN yang akan dilantik.

Pembatalan pelantikan pengurus HPN Bontang menyisakan tanya besar dari penggiat HPN Bontang sendiri. Sebab, sampai saat ini tidak ada penjelasan dari pengurus wilayah HPN Kaltim maupun pengurus pusat HPN. Di luar dugaan, pengurus HPN Bontang diketahui juga menjadi peserta saat Konferensi Nasional Luar Biasa (Konfernaslub) HPN di Semarang pada 6 Maret 2022 lalu dengan hasil Tyovan Ari Widagdo terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum. Saat pelantikan PP HPN, HPN Bontang juga hadir di Hotel Sultan Jakarta pada Rabu (8/6/2022). Belum lagi sejumlah kegiatan HPN Kaltim juga diikuti secara aktif oleh HPN Bontang.

Maka dianggap wajar apabila penggiat HPN Bontang mempertanyakan sejumlah kekurangan persyaratan organisasi terkait pembatalan pelantikan mereka yang masih tanpa kejelasan.

“Kami hadir sekitar 18 orang dari Bontang. Kedatangan kami itu karena kami diyakinkan akan dilantik. Memang beberapa menit menjelang pelantikan itu saya tanya ke panitia nama Bontang masih ada dafta acara pelantikan. Tapi ternyata yang dilantik hanya Samarinda dan Balikpapan. Kenapa Bontang tidak dilantik? katanya karena waktunya limit,” ungkap Sekretaris HPN Bontang, Achmad Faizal, Sabtu (20/8/22).

Lebih lanjut, Faizal tetap tidak mengetahui secara pasti pembatalan pelantikan tersebut. Bahkan, Faisal mengatakan, akibat pembatalan tersebut, ia meminta kepada pengurus HPN Bontang untuk tidak menggunakan fasilitas penginapan atau hotel yang disediakan panitia.

“Karena itu kita cari hotel sendiri. Jangan menggunakan fasilitas panitia karena itu bukan hak kita. Sekaligus saya ingin menghibur teman-teman yang sudah datang dari Bontang tapi batal dilantik ini,” beber Faizal yang merupakan pengusaha di Bontang.

Dari niat awal, Faizal bersama pengurus HPN Bontang ingin membesarkan organisasi ini di Bontang dengan semangat Nahdlatul Tujjar. Sehingga karena permintaan Ketua HPN Kaltim Samsudin, maka ia bentuk HPN Bontang dengan Muhammad Aswar terpilih sebagai Ketua HPN Bontang.

“Hampir semua kegiatan HPN kita ikuti, dari konsolidasi HPN wilayah dan pusat. Bahkan saat Konfernaslub, pelantikan pengurus pusat kita hadir. Saya sempat sampaikan, kalau Rakerda HPN, Bontang siap jadi tuan rumah dan akan kami siapkan semuanya. Ini semangat kami sebagai Nahdliyin, darah kami, itu saja,” tegas mantan penggiat PMII ini.

Ketua HPN Kaltim Samsudin mengatakan, pembatalan pelantikan pengurus HPN Bontang disebabkan hanya karena kekurangan persyaratan administrasi yang belum dilengkapi HPN Bontang sampai menjelang pelantikan.

“Persoalan teknis saja, seperti administrasi, KTP pengurus, penandatanganan pakta integritas nah ini penting bagaimana komitmennya kepada organisasi,” kata Samsudin.

Namun begitu, ternyata terdapat penyebab lain yang menurut Samsudin cukup penting sehingga pelantikan harus dibatalkan. Menurutnya pembatalan itu keputusan pengurus pusat HPN.

“Ya mereka (HPN Bontang) datang jam dua-an, mau pelantikan. Selama ini kan ketua (Tyovan Ari Widagdo) tidak kenal siapa ketua Bontang, silaturahhim juga belum, masa tiba-tiba mau dilantik. Ya itu keputusan pengurus pusat,” kata Samsudin.

Samsudin menilai, profil Ketua HPN Bontang yang kurang dikenal oleh pengurus pusat terutama Tyovan menjadi salah satu pertimbangan pembatalan pelantikan tersebut. Kendati keaktifan HPN Bontang selama ini diakuinya melalui Faisal, Sekretaris HPN Bontang.

“Biar pengusaha, siapapun yang tidak komitmen kita tinggal. Pengusaha kapal di Jawa saja kita tinggal,” ucap Samsudin menegaskan. (OY)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: