October 1, 2022

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Integrasikan Data Base, DPMPD Kaltim Akan Bentuk Desa Modern

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim Anwar Sanusi memimpin verifikasi lapangan penilaian Panji Keberhasilan Pembangunan Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kampung dan Kelurahan (PMD) ke wilayah selatan Kaltim. Verifikasi lapangan menyasar Kota Balikpapan dan Kabupaten Paser, 17 – 20 Agustus 2022.

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim merencanakan pembentukan desa modern. Di antaranya membangun konektivitas jaringan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di seluruh desa di wilayah Kaltim. Hal itu juga bertujuan mewujudkan penggunaan dana desa tepat sasaran, efektif dan efisien.

Untuk itu perlu pendataan desa-desa mana yang layak untuk mendapatkan bantuan terlebih dulu dari pemerintah pusat. Selain itu, utuk membangun konektivitas seluruh desa, maka diperlukan program one village one laptop atau satu desa satu laptop untuk kesatuan data base.

“Program saya nanti satu desa satu komputer untuk akses mudah menyampaikan data base ke provinsi. Ke depannya kita akan mempunyai data base untuk desa yang mendapat dana desa. Mulai dari perkembangan desa desa yang mendapat bantuan dana. Istilahnya data base. Karena itu perlu adanya connecting antar desa, ke kecamatan, kelurahan hingga sampai ke kabupaten dan ke Provinsi,” kata Kepala DPMPD Kaltim Anwar Sanusi, Jumat(19/8/2022).

Desa modern lebih lanjut, kata dia, yaitu desa yang telah memiliki infrastruktur teknologi informasi yang terintegrasi dengan pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat.

“Jadi targetnya bukan sebatas mengentaskan desa tertinggal, tapi ingin bikin desa modern. Desa yang sudah mampu memanfaatkan TIK,” katanya menjelaskan.

Sebagai langkah awal, perlu menetapkan percontohan desa modern. Desa dimaksud akan difasilitasi pemenuhan kelengkapan sarana prasarananya seperti laptop dan jaringan internetnya. Anwr berharap saat semua desa sudah berbasis TIK memudahkan DPMPD memantau perkembangan pembangunan dan Pemberdayaan masyarakat desa.

“Kita bisa pantau dari sini,” katanya.

Dengan demikian potret gambaran permasalahan maupun kebutuhan pembangunan desa dapat difasilitasi untuk pemenuhannya.

“Misalnya desa belum ada sekolah kita bisa minta Disdikbud membangunkan. Desa tidak ada perpustakaan bisa minta Badan Perpustakaan Daerah. Jalan bisa minta bantu Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan lain-lain sesuai bidang tugasnya,” tandas Anwar. (QR/DPMPD Kaltim)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: