Disdikbud Kaltim Raih Penghargaan Tertinggi dalam Penerapan Aplikasi Srikandi di Rakorda Perpustakaan dan Kearsipan 2025


BALIKPAPAN, KALPOSTONLINE.COM | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat pertama dalam penerapan aplikasi Srikandi. Penghargaan tersebut diumumkan dalam rapat koordinasi daerah (Rakorda) Bidang Perpustakaan dan kearsipan Tahun 2025 yang diselenggarakan di Balai Kota Balikpapan pada Kamis, 3 Juli 2025.
Kegiatan yang di ikuti sekitar 200 peserta ini menghadirkan jajaran pemerintah provinsi, Kabupaten Kota, serta mitra literasi dan pengelolaan arsip menuju Indonesia Emas 2045.
Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. “Alhamdulillah, Dinas Pendidikan Kaltim berhasil menjadi yang terbaik dalam penerapan Srikandi. Ini semua berkat kerja keras dan komitmen seluruh tim. Kami tetap semangat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.”ungkapnya.
Penerapan aplikasi Srikandi di Disdikbud Kaltim dinilai paling komprehensif karena tidak hanya terbatas pada lingkungan kantor dinas, tetapi juga diterapkan secara menyeluruh hingga ke unit pelaksana teknis (UPT) dan sekolah sekolah.Dewi dari Dinas arsip menjelaskan.
“Keberhasilan Disdikbud Kaltim menjadi juara pertama karena kepemimpinan yang kuat. Kepala dinas mendorong implementasi Srikandi sampai ke tingkat SMA, SMK, dan SLB diseluruh Kaltim. Ini mempercepat proses administrasi persuratan secara Digital, sekaligus meningkatkan efisiensi layanan pendidikan. “Paparnya.
Selain penggunaan arsip digital, Disdikbud Kaltim juga mendapat apresiasi atas rencana pengelolaan arsip konvensional dengan membangun record center sebagai pusat data arsip.
“Kami berharap ini menjadi contoh bagi OPD lainnya. Sekolah sekolah juga harus memiliki record center yang menyimpan rekaman jejak alumni sebagai aset berharga, “lanjut Dewi.
Plt Asisten III Setda Provinsi Kaltim Ismiati, dalam sambutannya menekankan pentingnya kaloborasi lintas sektor dalam transformasi perpustakaan dan kearsipan.
“Perpustakaan harus menjadi ruang terbuka untuk bertemu ide, berdiskusi, dan berkembang. Demikian juga arsip adalah memori institusi yang harus di jaga secara profesional, “jelasnya.
Rakorda juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional, diantaranya Kepala Perpustakaan Nasional Prof.Amiruddin Aziz yang memaparkan pembangunan ekosistem literasi daerah, serta PLT Deputi Asisten Nasional RI Drs Muhammad Imam Mulyanto yang membahas tata kelola arsip transformatif. Turut hadir pada kegiatan ini Kepala Biro Adpim Syarifah Alawiyah, Kasubag Umum Disdikbud Bambang Hadiyanto, serta jajaran Kepala Dinas Perpustakaan dan ke arsipan se Kaltim.
Melalui capaian ini, Disdikbud Kaltim semakin menunjukkan komitmen sebagai pelapor transformasi digital pemerintahan khususnya dalam bidang arsip dan layanan administrasi pendidikan yang lebih cepat, transparan, dan profesional. (QR/ADV).
