kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Jaksa Endus GOTO Transfer Miliaran Lembar Saham ke Caymand Island untuk Hindari Pajak

Jaksa mendalami transfer 106,9 miliar saham GOTO ke Cayman Island yang diduga untuk menghindari pajak, dengan saham dibagikan sebagai pinjaman ke manajemen.

Warga berbelanja secara daring menggunakan e-commerce Tokopedia di Jakarta, Minggu (17/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

JAKARTA, KALPOSTONLINE.COM – Jaksa penuntut umum (JPU) menjelaskan alasan soal pendalaman terkait temuan 106,9 miliar lembar saham PT Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) ke perusahaan offshore di Kepulauan Cayman atau Cayman Island.

Tim JPU, Roy Riady menyampaikan bahwa pendalaman itu dilakukan karena pihaknya menduga kuat pengiriman ratusan miliar lembar saham itu sebagai modus menghindari pajak. Kemudian, Roy mengemukakan bahwa saham itu kemudian dibagikan kepada manajemen dan direksi dalam bentuk pinjaman.

“JPU mempertanyakan mengapa aset tersebut harus dilarikan ke luar negeri, yang diduga kuat sebagai upaya penghindaran pajak di tengah kesulitan ekonomi yang dihadapi para mitra pengemudi ojek online di lapangan,” ujar Roy dalam keterangan tertulis, Rabu (28/1/2026), dikutip dari bisnis.com.

Sebelumnya, pendalaman soal saham GOTO itu dilakukan saat Head of Tax PT Gojek Tokopedia Tbk. Ali Mardi dihadirkan sebagai saksi sidang kasus Chromebook pada Rabu (28/1/2026). Dia diperiksa untuk terdakwa Ibrahim Arief selaku eks Konsultan Teknologi di Kemendikbudristek; Mulyatsyah selaku Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020-2021; Sri Wahyuningsih selaku Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek tahun 2020-2021. 

Mulanya, jaksa menanyakan soal istilah uang dibawa ke perusahaan offshore di Kepulauan Cayman. Ali pun menjawab bahwa dana itu merupakan pinjaman yang diberikan kepada sebuah perusahaan pemegang saham GoTo di Kepulauan Cayman.

“Pinjaman itu diberikan kepada satu badan di Cayman [Island] memang. Waktu itu satu badan usaha di Cayman,” ujar Ali.

Ali menegaskan bahwa perusahaan di Cayman itu bukan anak perusahaan GOTO. Pinjaman itu disebut merupakan bagian dari program employee stock option plan (ESOP) dan diberikan ke direksi dan manajemen GOTO.

“Berapa banyak sahamnya?” tanya jaksa.

“Sekitar 106,9 miliar Pak,” jawab Ali

“Enggak main-main ini. Makanya saya tanya, saya buat bagannya ini. Kenapa enggak langsung aja AKAB kasih ke manajemen ke direksi? Kenapa harus lari ke sana? Ah kasih aja langsung,” tanya lagi jaksa.

“Saya tidak tahu. Saya tidak tahu mengenai struktur mengapa seperti itu Pak. Karena waktu saya join…,” ungkap Ali.

“Bapak enggak tahu. Yang tahu ini adalah Direksi dan?” kata jaksa.

“Dan bagian tentunya direksi dan legal, Pak,”  jawab Ali.

(bisnis)

Admin

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan