kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

PPATK Temukan Rekening Dokter Terima Bansos

PPATK terus menelusuri rekening penerima bansos yang tak sesuai.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, memberikan keterangan kepada media usai forum “Strategi Nasional Memerangi Kejahatan Finansial” di Hotel JS Luwansa, Jakarta, 5 Agustus 2025. Tempo/Decylia Eghline

JAKARTA, KALPOSTONLINE.COM – PUSAT Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 27.932 rekening milik pegawai Badan Usaha Milik Negara yang terindikasi menerima bantuan sosial (bansos). PPATK juga menemukan rekening dengan pemilik seorang dokter yang terindikasi menerima kucuran dana bansos.

“Ada juga kami temukan dokter, kemudian kami temukan juga beberapa lagi yang perlu didalami ini layak atau tidak terima bansos yang seperti ini,” kata Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK Fithriadi saat dikonfirmasi Senin, 11 Agustus 2025 dilansir dari tempo.co.

Fithriadi mengatakan PPATK terus melakukan pencocokan data rekening penerima bansos dengan profil pemilik rekeningnya. Dia menduga masih ada rekening yang tidak layak untuk mendapatkan bansos.

Mengenai bansos salah sasaran ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya menyatakan pihaknya akan menyelidiki soal temuan ribuan rekening yang mengklaim bekerja sebagai berbagai profesi, Kementerian Sosial bersama PPATK juga akan melakukan verifikasi terhadap 30 juta rekening penerima bansos yang lain. Proses verifikasi itu mencakup penelusuran latar belakang pekerjaan, keadaan ekonomi para penerima, serta keterlibatan dengan aktivitas judi online.

Menteri yang biasa disapa Gus Ipul ini menjelaskan data penerima bansos bersifat fluktuatif sebab setiap harinya selalu ada kematian, kelahiran, serta munculnya keluarga baru. Oleh karena itu, kementeriannya dengan dukungan stakeholder terkait akan terus melakukan verifikasi data penerima bansos agar bansos tepat sasaran.

Proses pemutakhiran dan verifikasi data itu, kata dia, akan dilakukan setiap menjelang pencairan bansos. Data baru itu yang menjadi acuan Kementerian Sosial dalam pencairan dana bansos kepada masyarakat.

“Kalau ini kita lakukan konsisten dan didukung dengan partisipasi masyarakat, saya yakin data kita akan semakin valid,” kata Gus Ipul saat dihubungi pada Ahad, 10 Agustus 2025. (Tempo)

Admin

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan