Mahasiswa bakal Demo kantor Gubernur, Dugaan Pungli “Stafsus” PJ Gubernur Kaltim ke Perusda
SAMARINDA,KALPOSTONLINE | Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Kalimantan Timur (GM Pekat) menyorot tajam soal dugaan penyalahgunaan kewenangan yang di duga dilakukan oknum dilingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Oknum ini di duga meminta sesuatu ke Perusahaan Daerah (perusda) milik pemerintah provinsi Kalimantan Timur. Menyikapi dugaan itu, aktivis mahasiswa rencananya akan melakukan demonstrasi ke Kantor gubernur Kalimantan Timur JL.Gajah Mada Samarinda. Kamis (19/12/2024).
Surat pemberitahuan rencana aksi unjukrasa sudah disampaikan mahasiswa ke Polresta Samarinda.
” Menurut data yang kami himpun, adanya dugaan pemerasan atau pungli ke perusda kaltim oleh oknum sebagai staf khusus (Stafsus) pejabat pj gubernur kaltim,” tulis GM Pekat dalam surat yang di kirim ke Polresta Samarinda di tanda tangani korlap Syafruddin.
Menurut GM Pekat, dalam siaran pers yang diterima media ini, bahwa Penyalahgunaan jabatan merupakan salah satu bentuk pelanggaran yang merusak tatanan masyarakat, keadilan, dan kepercayaan publik. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, jabatan bukan sekadar simbol status sosial, melainkan juga tanggung jawab besar yang dipercayakan kepada seseorang untuk menjalankan tugas demi kepentingan bersama. Namun, di tengah dinamika kehidupan, tak jarang terjadi penyalahgunaan jabatan oleh oknum yang seharusnya mengabdikan dirinya untuk kepentingan masyarakat. Tindakan ini tidak hanya mencoreng nama baik individu yang bersangkutan, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan terhadap institusi tempat ia berada.
Penyalahgunaan jabatan merujuk pada tindakan seseorang yang memanfaatkan kekuasaan, wewenang, atau pengaruh yang dimilikinya untuk tujuan yang melanggar hukum atau etika. Bentuk-bentuk penyalahgunaan jabatan ini dapat bervariasi, mulai dari korupsi, kolusi, nepotisme, hingga pengambilan keputusan yang mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum. Salah satu contoh konkret adalah praktik korupsi.
” Baru-baru ini beredar kabar bahwa ada salah satu oknum pejabat yang diduga melakukan pemerasan atau pungli ke perusda kaltim oleh oknum sebagai staf khusus pejabat pj gub kaltim,” tulis rilis GM Pekat
Gerakan Mahasiswa Peduli Kalimantan Timur (GM Pekat) meminta kepada Pj gubernur untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan pungli tersebut terkait anggaran yang telah diserahkan oleh perusda. Pj gubernur juga diminta transparan.
Media ini belum berhasil mengkonfirmasi “stafsus” yang dimaksudkan kalangan aktivis GM Pekat hingga berita ini ditayangkan.(TIM)
