Gubernur Minta Maaf dan Mohon Doa Untuk Membangun Kaltim
Rudy Mas’ud: Maaf atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi

SAMARINDA, KALPOSTONLINE.COM | Kebijakan gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam mengelola dan menggunakan keuangan daerah membuat publik meradang dan melakukan protes dengan berunjukrasa secara besar – besaran. Ejekan dan hujatan tidak hanya diarahkan kepada gubernur, namun juga kepada sang istri, bahkan kepada keluarga besarnya (Bani Mas’ud). Sejumlah statemen gubernur yang mengemuka diruang publik seakan tidak ada yang benar dan sering kali menimbulkan blunder yang menurunkan elektabilitasnya. Gubernur menyadari bahwa kritikan keras dari publik perlu direspon positif sebagai upaya perbaikan kinerja pemerintah provinsi Kalimantan Timur.
” Beberapa hari terakhir saya mengikuti berbagai perhatian, masukan, dan juga kegelisahan yang berkembang di tengah masyarakat. Sebagai gubernur saya memahami ketika menyangkut kebijakan dan penggunaan fasilitas publik, wajar jika muncul pertanyaan bawa kritik yang keras. Itu adalah bentuk kepedulian masyarakat terhadap daerah yang kita cintai bersama. Beberapa hari ini saya banyak merenung.
Saya menyadari, ada hal-hal yang perlu saya perbaiki baik dalam bersikap maupun dalam berkomunikasi. Untuk itu dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Rudy Mas’ud dalam akun media sosialnya
Baca juga: 3 Tuntutan Pendemo, Janji Ketua DPRD Kaltim Ditindaklanjuti
Gubernur mengaku, memahami di tengah masyarakat masih banyak kebutuhan dasar yang harus benahi, Oleh karena itu, ketika muncul informasi terkait renovasi rumah jabatan dengan nilai yang cukup besar termasuk di dalamnya beberapa item yang menjadi sorotan seperti kursi pijat dan akuarium air laut. Wajar jika hal tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman dan pertanyaan di masyarakat.
” Perlu kami sampaikan secara jujur bahwa perencanaan paket renovasi rumah 25 miliar tersebut memang sudah ada sebelum kami menjabat. Namun saya menyadari sebagai gubernur saat ini tanggung jawab tetap ada pada saya. Saya juga harus meneliti lebih dalam, memilah dan memastikan prioritasnya benar-benar sesuai dengan rasa keadilan masyarakat. Karena itu saya tidak mencari alasan. Ini adalah tanggung jawab saya. Sebagai bentuk komitmen, saya akan mengambil langkah. Yang pertama, saya akan menanggung secara pribadi item renovasi rumah dinas yang di luar fungsi kedinasan termasuk kursi pijat dan akuarium air laut,” jelasnya.
Baca juga: Fraksi Golkar Minta Maaf, Gubernur Kaltim Hanya Ucapkan Terima Kasih
Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur ini juga menjelaskan bahwa, seluruh item dalam paket renovasi akan kami evaluasi dan audit ulang secara terbuka, agar masyarakat dapat melihat dengan jelas dan ikut mengawasi. Ke depan kami juga akan melakukan penyesuaian agar penggunaan anggaran fasilitas pimpinan lebih sederhana dan lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Lanjutnya, sebagai bentuk menjaga kepercayaan publik, mulai esok saya juga akan meniadakan keterlibatan keluarga dalam peran struktural yang berhubungan langsung dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, termasuk wakil ketua tim ahli gubernur untuk percepatan pembangunan. Gubernur menegaskan akan membuka ruang transparansi yang lebih luas agar setiap kebijakan bisa dipahami dan diawasi bersama. Masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat saya terima sebagai bentuk kepedulian dan cinta terhadap Kalimantan Timur.
Baca juga: Kebebasan Pers di Kaltim Terancam, 4 Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214
” Terkait dengan pernyataan saya sebelumnya yang dikaitkan dengan pimpinan di tingkat nasional dan menimbulkan penafsiran yang kurang tepat. Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya. Saya menegaskan bahwa tidak ada maksud sedikit pun untuk membawa atau membandingkan pihak manapun ke dalam konteks yang tidak semestinya. Ke depan saya akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru. Saya berkomitmen untuk bekerja lebih teliti, lebih peka dan lebih mendahulukan apa yang menjadi prioritas bagi masyarakat Kalimantan Timur. Mohon doa dan dukungan untuk meneruskan program-program kita dan memastikan setiap manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Timur,”harapnya. (AZ)


