February 11, 2025

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

DPRD Mediasi, Komisi I Tidak Ikut Campur Ranah Pengadilan

Baharuddin : Tidak menghambat RDP

Baharuddin Demmu

SAMARINDA,KALPOSTONLINE | Komisi I DPRD Kaltim yang membidangi hukum dan pemerintahan memberikan tanggapan terhadap kasus tanah jalan tol Balikpapan – Samarinda, kasus ini sedang bergulir di Lembaga Yudikatif (Peradilan) dan juga lembaga legislatif (DPRD). Pimpinan Komisi I menegaskan bahwa pihaknya hanya melakukan upaya mediasi antara Amiruddin Lindrang dan kubu Ernawati, H. Maskuni.

“Saat ini kasus tanah Jalan Tol Samarinda- Balikpapan bergulir di pengadilan dan di DPRD Kaltim, pengaduan pak Amiruddin Lindrang masuk di komisi I, begitu juga dengan pihak Bu Ernawati. Lembaga DPRD ini pada dasar lebih kepada upaya mediasi untuk mencari solusi. Siapa tahu ada jalan keluar bagi keduanya, tetapi jika tidak ada titik temu, maka putusan pengadilan yang dilaksanakan,” jelas Baharuddin Demu ketua komisi I DPRD Kaltim melalui ponselnya Kamis (5/7/23)

Menurut Dia, DPRD Kaltim sebagai tempat masyarakat menyampaikan aspirasi akan mencoba menjembatani persoalan yang diadukan oleh kedua belah pihak. Namun demikian, DPRD sebagai lembaga legislatif harus menghormati lembaga Yudikatif, dalam hal ini Pengadilan yang sedang menjalankan fungsi dan tugasnya sesuai dengan kewenangan yang diperintahkan Undang – Undang.

“Kita di komisi I harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan, apa pun putusan yang keluar harus ditegakan dan dijalankan semua pihak, dengan catatan putusan pengadilan itu sudah berkekuatan hukum tetap atau incraht

Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) ini secara tegas menolak, jika ada anggapan bahwa komisi I sengaja memperlambat proses RDP kepada pihak Ernawati dan H.Maskuni.

“Saya tegaskan, komisi I DPRD Kaltim tidak menghambat RDP untuk bu Ernawati dan pak H.Maskuni, belum dilaksanakanya RDP semata – mata karena Jadwal. Kami komisi I sedang mencarikan jadwal untuk RDP itu,” pungkas mantan aktivis Jatam.

Sebagaimana diberitakan media ini, Gugatan awal dilayangkan oleh kubu Amiruddin Lindrang Kamis, 31 Maret 2022 pada pengadilan Negeri Balikpapan dengan tergugat I Ernawati, tergugat 2 H.Maskuni dan tergugat lainya hingga tergugat ke 27 Kementerian PUPR RI, Direktorat Jenderal Bina Marga Cq. Satuan Kerja Pengadaan Tanah jalan Tol Wilayah II Pengadaan Tanah Jalan Tol Balikpapan – Samarinda.

Kemudian tergugat ke 28 adalah Kepala Kantor Pertanahan Kota Balikpapan/Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kota Balikpapan.

Gugatan Amiruddin Lindrang di Pengadilan Balikpapan dengan Nomor Perkara 62/Pdt.G/2022/PN Bpp tanggal 31 Maret 2022 dengan klasifikasi perkara perbuatan melawan hukum.Dalam amar putusan yang dibacakan Kamis 16 Maret 2023 dengan status putusan dikabulkan sebagian. Terkait dengan putusan pengadilan ini, telah disampaikan Amiruddin Lindrang pada saat RDP dengan komisi I DPRD Kaltim.

Proses hukum dalam kasus ini terus berlanjut ke Pengadilan Tinggi karena kubu Ernawati, H.Maskuni dan tergugat lainya melakukan upaya banding. Misalnya saja H.Maskuni mengajukan permohonan banding Kamis 30 Maret 2023, Ernawati Rabu 29 Maret 2023 dan Kementerian PUPR RI, Direktorat Jenderal Bina Marga Cq.Satuan Kerja Pengadaan Tanah Jalan Tol Wilayah II Pengadaan Jalan Tol Balikpapan – Samarinda. Kemudian 25 tergugat lainya mengajukan permohonan banding tanggal 14 hingga 17 April 2023. Kemudian terbanding penggugat Amiruddin Lindrang mengajukan permohonan banding Kamis 27 April 2023. Hal ini dilansir situs resmi pengadilan negeri Balikpapan.

Ernawati selaku tergugat ketika dikonfirmasi terkait upaya hukum yang dilakukan atas putusan Pengadilan Negeri Balikpapan yang mengabulkan gugatan Amiruddin Lindrang. Menurut Ernawati, bahwa dirinya sudah menempuh jalur hukum selanjutnya untuk mencari kebenaran dan keadilan , yaitu melakukan permohonan Banding ke Pengadilan Tinggi.

“Saya berharap hakim pengadilan tinggi meneliti kasus ini sesuai dengan fakta dan data yang ada, sehingga putusan nanti adalah kebenaran yang berkeadilan, karena itu saya mengajukan permohonan banding,” kata Ernawati singkat.(AZ)

Admin

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: