Tahun 2026 Perusda PT.BKS Kerja Keras Kejar Target PAD


SAMARINDA, KALPOSTONLINE.COM | Pada tahun 2026, PT Bara Kaltim Sejahtera (BKS) menargetkan untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Timur. Perusahaan daerah di sektor pertambangan batu bara ini menggenjot kemitraan dan kerja sama operasional dengan perusahaan tambang lainnya sebagai strategi utama. Selain itu, terdapat pula target setoran PAD sebesar 70 persen dari laba yang diperoleh sebagai upaya memaksimalkan peran BUMD bagi fiskal daerah.
Sabaruddin menegaskan pentingnya rencana bisnis BUMD yang berdampak langsung terhadap PAD di tengah kondisi fiskal yang menantang. “Kondisi turbulensi anggaran menuntut solusi konkret melalui penguatan PAD. Rencana bisnis BUMD harus benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur,”
tegasnya.
Dalam pemaparannya di Komisi Il DPRD Provinsi Kalimantan Timur Saat Rapat Kerja membahas rencana bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam rangka penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2026 di Balikpapan belum lama ini terungkap bahwa PT Bara Kaltim Sejahtera melaporkan realisasi laba bersih periode 2020-2025 yang disetorkan sebagai PAD sebesar Rp24,3 miliar, dengan kontribusi PAD kumulatif sekitar Rp365 miliar. Untuk Tahun 2026, BKS menargetkan laba bersih Rp70,3 miliar dengan proyeksi setoran PAD sekitar Rp38,51 miliar, serta meminta dukungan percepatan perubahan KBLI dan penguatan sinergi bisnis sebagaimana dikutip dari dprd.kaltimprov.go.id.
Di tempat terpisah Nidya Listyono Direktur Utama PT.BKS menjelaskan bahwa sesuai arahan Pemprov Kaltim, Target setoran BKS kini naik drastis dari 55 persen menjadi 70 persen dari total pendapatan dividen perusahaan.
“Untuk Tahun 2026, Pemerintah meminta kami menyetor 70 persen, artinya 70 persen itu, ya kurang lebih kalau nggak salah Rp26-29 miliar, Kami BKS tentu meminta dukungan percepatan perubahan KBLI dan penguatan sinergi bisnis,” jelasnya kepada awak media di kantor gubernur belum lama ini.
Menurutnya, setoran PAD tersebut akan direalisasikan BKS pada akhir tahun 2026. Dijelaskannya pula bahwa sumber kontribusi yang besar di dapat BKS dari kepemilikan saham.
” Pendapatan utama BKS kini memang masih berasal dari kepemilikan 20 persen saham di PT Mahakam Sumber Jaya (MSJ),” jelasnya lagi.
Perusda BKS mengambil Langkah strategis dengan mengupayakan adanya kepemilikan BKS untuk Izin Usaha Pertambangan (IUP), sehingga BKS dapat melakukan penambangan sendiri.
“Sebetulnya, Kata kunci adalah ,jika pada saat kita sudah nanti punya lahan, punya IUP. Ya tentu itu akan banyak di situ,” ujarnya (ADV/BKS)


