October 20, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Komisi IV: Dibanding Daerah Lain, Anjungan Kaltim di TMII Masih Tertingal

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Kondisi tempat promosi dan pusat informasi Anjungan Kaltim untuk ekonomi kreatif atau rumah besar Kaltim di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) belum layak. Dibanding dengan daerah lain, Anjungan Kaltim masih tertinggal sehingga perlu banyak perbaikan.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati ketika bersama koleganya Komisi IV melakukan kunjungan kerja ke Anjungan Kaltim di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, Kamis (5/12).

Ia menilai Anjungan Kaltim dari waktu ke waktu belum mampu menjadi rumah besar Kaltim yang membuat semua gambaran tentang kondisi perekonomian, kebudayaan, hingga potensi alam yang jarang dimiliki daerah lain.

Kunjungan Kerja dalam rangka kontrol dan evaluasi Anjungan Kaltim di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis (5/12)

Dicontohkannya, sejumlah bangunan banyak yang perlu diperbaiki termasuk kurangnya update informasi yang menjelaskan jadwal kegiatan atau even yang diselenggarakan di seluruh kabupaten/kota se Kaltim seperti Festival Mahakam, Erau, Hudoq dan lainnya.

Kondisi itu jauh berbeda ketika pihaknya mengunjungi Anjungan dari daerah lain seperti Nusa Tenggara Barat yang menggambarkan semua potensi kekayaan alamnya sehingga pengunjung seolah berada di daerah tersebut.

“Begitu mau masuk di depan disambut dengan patung besar Komodo yang merupakan satu-satunya di Indonesia. Branding ini penting sebagai ciri khas suatu daerah yang dieksplor guna meningkatkan jumlah wisatawan dan investasi,” jelasnya.

Dalam rangka mewujudkan semua itu maka diperlukan adanya Detail Engineering Design (DED) yang menggambarkan perencanaan pembangunan sebagai pembenahan dan perbaikan Anjungan Kaltim yang mencerminkan Kaltim.

Politikus Demokrat itu mencontohkan seperti pembenahan bangunan perkantoran, rumah lamin, panggung pertunjukan dan lainnya sebab tidak hanya menyajikan informasi tentang daerah saja akan tetapi harus dilengkapi dengan pengembangan ekonomi kreatif.

“Barang-barang hasil UMKM juga penting untuk kemudian ditampilkan di Anjungan Kaltim, tidak hanya berupa kerajinan tangan saja tetapi juga hasil olahan buah-buahan, dan tanaman yang merupakan ciri khas daerah. Dengan demikian akan tercipta multiplier effect ekonomi kreatif,” ujarnya. (ADV)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: