April 20, 2024

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Terkait Patok di Tahura, Pimpinan DPRD Kaltim Surati BPKH dan Dishut Kaltim

Baharuddin demmu

SAMARINDA,KALPOSTONLINE | Sejumlah persoalan tanah di area Tahura salah satu penyebabnya adalah kurang jelasnya batas atau patok kepemilikan tanah, misalnya saja kasus kelompok KUD Tani Maju di Desa Batuah Kutai Kartanegara dengan perusahaan pertambangan batubara yaitu PT. Karya Putra Borneo (KPB). Pimpinan DPRD Kaltim pun bersurat pada instansi terkait soal patok tersebut.

“Dalam rangka menindaklanjuti hearing kemarin PT.KPB . Hasil RDP komisi I dengan Muhtar Cs bahwa komisi I berkirim surat dengan pimpinan DPRD . Isi suratnya itu poinya begini bahwa komisi I meminta patok – patok yang ada di tahura itu, terutama yang saat ini ada problem dengan rakyat tidak boleh ditenggelamkan tapi dimunculkan,” jelas Baharuddin Demu ketua komisi I DPRD Kaltim pada media ini Senin (26/6/23) di gedung B .

Menurut Dia, Patok – patok itu perlu dimunculkan untuk lebih memperjelas posisi tanah masing masing pihak . Langkah itu harus dilakukan agar ketika ada pihak – pihak yang mengaku memiliki tanah itu jelas statusnya, sehingga komisi I lebih mudah untuk melakukan mediasi dengan para pihak yang berselisih soal tanah itu.

“Kenapa ini dimunculkan untuk memperkuat PKSnya, antara PT. KPB dengan Dinas Kehutanan.Kenapa itu terjadi, karena apa yang dilakukan PKS itu adalah kawasan Tahura. Nah sehingga muncul patok patok ini, sehingga kalau nanti muncul ada yang mengklaim. Nah inilah yang akan kita fasilitasi lagi dengan yang mengklaim dengan pihak PT.KPB sehingga kita sama sama mencari jalan terbaik . Kita berharap ketika muncul masalah masalah dilapangan bisa diselesaikan dengan baik . mudah mudahan dengan adanya patok ini sebagai penguat perbatasan antara PKS , KPB dengan Dinas Kehutanan

Ketika ditanya lebih jauh surat pimpinan DPRD Kaltim, apakah sudah dikirim ke pihak terkait?. Politisi senior dari Partai Amanat Nasional ini menegaskan bahwa itu sudah dilakukan Dewan

“Surat sudah terkirim semua , baik ke BPKH mau pun ke Dinas Kehutanan,” pungkas mantan Aktivis Jatam. (AZ)

Admin

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: