DLHK Kukar Temukan Penyebab Banjir Lumpur di RT 06 Batuah Kukar
Warga melapor ke Polresta Kukar dan DPRD Kaltim

SAMARINDA, KALPOSTONLINE.COM | Dugaan pengerusakan lahan pertanian kelapa sawit yang diduga akibat dari limbah batubara milik PT.KPB dan PT. ABK yang berlokasi di RT. 06 Dusun Tani Maju Desa Batuah Kec. Loa Janan telah bergulir ke Polresta Kabupaten Kutai Kartanegara dan Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kaltim.
Menindaklanjuti laporan warga bernama Habibi ke Polresta Kukar, pihak Polresta kemudian mengundang pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar untuk melakukan peninjauan dan pengecekan ke lokasi tempat dugaan terjadinya peristiwa banjir tersebut.Undangan Surat Kepolisian Resor Kutai Kartanegara Nomor : B/192/IV/Res.1.10/2026/Satreskrim Tanggal 14 April 2026 Perihal Permohonan Peninjauan/Pengecekan Lapangan Pengambilan Sampel dan Keterangan.
Menindaklanjuti undangan dari Polresta Kukar, pihak DLHK Kukar terjun kelapangan dengan sejumlah pihak pada 21 April 2026, Kepala Dinas DLHK Kukar menugaskan 4 orang. Kegiatan Peninjauan lapangan diikuti pihak Kepolisian Resor Kutai Kartanegara, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kutai Kartanegara, Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara, PT Welarco Subur Jaya (PT Anugerah Bara Kaltim Group), PT Karya Putra Borneo dan Habibi selaku Pelapor.
Baca juga: PT.KPB Tanggapi Pengaduan Warga RT 06 Batuah Kukar ke Komisi I DPRD Kaltim
Kegiatan peninjauan lapangan dilakukan melalui pertemuan pembuka dan/atau diskusi dengan pihak Kepolisian Resor Kutai Kartanegara, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kutai Kartanegara, Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara, PT Welarco Subur Jaya (PT Anugerah Bara Kaltim Group), PT KPB dan Pelapor Habibi. Kemudian Peninjauan pada Kebun Sawit yang terdampak serta sumber penyebab dampaknya, Lalu melakukan pengamatan aliran sungai di dekat lokasi terdampak dan melakukan pemetaan menggunakan drone.
Dari peninjauan lapangan didapatkan data-data bahwa, Area terdampak merupakan kebun Kelapa Sawit milik Habibi (pelapor), dengan koordinat yang ditunjukkan oleh pelapor.
Pada saat pengambilan titik 1, titik 2 dan titik 4, tidak pada titik patok, karena tidak dapat
dijangkau, kondisi berlumpur. Lahan kebun sawit seluas + 1,1 ha dengan kondisi kebun, Dasar kebun Kelapa Sawit dipenuhi lumpur, Kondisi pohon sawit terlihat masih hijau. Disebelah Kebun Kelapa Sawit terdapat sungai dengan kondisi aliran air relatif tenang cenderung menggenang.
Pihak DLHK Kukar ini juga mengungkapkan dalam laporannya bahwa, Sumber penyebab terjadinya banjir di bagian dari lokasi aduan adanya penyumbatan/penyempitan aliran air yang diakibatkan oleh terjadinya longsoran material tanah dari Disposal PT Welarco Subur Jaya pada titik koordinat 0″ 41′ 42,804” LS, 117° 04’ 03,87” BT (berdasarkan keterangan dari KTT PT Welarco Subur Jaya, yang pada saat dilakukan peninjauan lapangan sedang dilakukan pekerjaan pengerukan menggunakan excavator (kondisi aliran air relatif tenang cenderung menggenang)
Baca juga: Kebun Sawit Rusak Kena Banjir Lumpur, Diduga Akibat Pertambangan Batubara
Sumber di bagian hulu dari lokasi aduan berupa kegiatan penambangan batubara PT Karya Putra Bersama
yang melakukan pemompaan air dari Sump ke media lingkungan tanpa adanya pengelolaan pada titik
Koordinat 0° 42’ 14,1” LS, 117° 04’ 29,3″ BT.
Pihak DLHK yang turun ke lapangan yaitu Sunarto, S.T. (Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda), Fadli, S.Sos. (Penelaah Teknis Kebijakan), Rinto Basuki (Pengolah Data dan Informasi) dan Anto, S.Hut. (Penata Layanan Operasional). Kesimpulannya menyebutkan bahwa penyebab terjadinya banjir lumpur di bagian hulu karean adanya pemompaan air dari sump ke media lingkungan tanpa adanya pengelolaan oleh PT KPB.
Sebelumnya pihak PT.KPB menyatakan bahwa pihak menunggu langkah yang akan dilakukan oleh Komisi I DPRD Kaltim terkait dengan undangan warga tersebut.
“” Kami masih menunggu undangan RDP terikait hal ini, sambil tunggu arahan dari Managemen PT KPB,” ujar Djoko W kuasa hukum PT.KPB pada media ini Selasa (12/5/2026).(AZ)



