October 1, 2022

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Tak Hanya Bakar Pagar, Massa Juga Lempar Ketua DPRD Kaltim dengan Benda Keras

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Sekira seribuan massa yang terdiri dari mahasiswa, pelajar dan masyarakat bergabung untuk berunjuk rasa di gedung DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (13/9/2022). Aksi unjuk rasa ini buntut dari kenaikan harga BBM yang ditetapkan pemerintah pusat. Terkait hal itu, pengunjuk rasa mendesak DPRD Kaltim bersikap.

Para demonstran berorasi secara bergantian menyampaikan aspirasi, kawat berduri yang dipasang polisi sebagai pengaman di pintu gerbang utama masuk ke areal DPRD Kaltim pun disingkirkan pendemo. Massa juga berkali-kali memaksa masuk ke halaman DPRD dengan menggoyang-goyang pintu pagar yang sudah dilumuri dengan minyak pelumas. Tidak hanya itu, pendemo juga berupaya menyingkirkan kawat berduri yang juga terpasang di atas pintu pagar DPRD, dan tidak berhasil. Disaat itu pula pengunjuk rasa mulai melempar dengan barang atau benda seadanya seperti botol air mineral dan ranting kayu.

Pengunjuk rasa masih berusaha meringsek masuk, kali ini menarik pintu pagar DPRD Kaltim menggunakan rantai dengan melilitkannya, tetapi masih gagal. Melihat tidak berhasil, pengunjuk rasa menyiramkan bensin ke pintu pagar DPRD dan kemudian menyulut api, mulai membakar dan api pun membesar. Polisi dari Polresta Samarinda yang bertugas berkali-kali mengingatkan pengunjuk rasa agar tertib dan patuh pada aturan dalam menyampaikan aspirasi.

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud yang semula akan menemui pengunjuk rasa, urung dan kembali masuk ke gedung dewan.

“Disuruh keamanan (petugas) balik, demi untuk keamanan, katanya sudah SOP,” kata Hasanuddin pada media ini.

Massa tetap berupaya masuk melalui pintu pagar DPRD Kaltim dengan cara yang sama. Sejumlah mahasiswa tampak kembali berusaha mencabut kawat berduri di atas pintu gerbang DPDRD yang terbuat dari besi itu. Namun tidak membuahkan hasil. Massa aksi berupaya masuk dan yang lain terus berorasi hingga sekira pukul 17.08 Wita kembali terlihat Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud yang didampingi Wakil Ketua Sigit Wibowo, Wakil Ketua Komisi III Syafruddin, dan anggota Komisi III Sutomo Jabir. Juga anggota dewan lainnya dari Fraksi Golkar Nidya Listiyono, Sapto, M. Udin serta Sekretaris DPRD Kaltim Muhammad Ramadhan.

Kapolresta Samarinda berupaya menenangkan pengunjuk rasa yang sudah anarkis itu agar tertib. Akhirnya Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud bersama sejumlah anggota dewan lainya menemui demonstran. Dialog dengan massa aksi di depan pintu gerbang utama gedung DPRD Kaltim itu awalnya berlangsung kondusif hingga sejumlah perwakilan pengunjuk rasa menyampaikan beberapa poin tuntutannya seperti turunkan harga BBM. Selain itu, DPRD Kaltim juga diminta serius dalam menyikapi tambang ilegal terutama terkait dengan dugaan 21 IUP palsu.

Namun di luar dugaan. Ketika Hasanuddin mencoba menanggapi tuntutan pengunjuk rasa, suasana mulai tidak kondusif dan akhirnya Hasanuddin masuk kembali ke bagian dalam pagar DPRD diikuti dengan anggota dewan lainya. Demonstran terus mengulangi lemparan-lemparannya, Hasannudin hanya melindungi kepalanya dengan kedua tangannya, sementara anggota Fraksi Golkar dan dua orang staf sekretariat DPRD Udin dan Willy mengelilingi Hasanuddin membentuk pagar perlindungan.

Saat Hasanuddin mendekati mobil komando polisi, kayu berukuran panjang sekira 30 cm terbang mengarah ke Ketua DPRD Kaltim yang baru dilantik itu. Benda keras yang dilempar demonstran itu nyaris mendarat di bagian kepala Hasanuddin Masud. Beruntung, kayu masih dapat ditepis Taufik seorang staf DPRD Kaltim.

“Alhamdulilaah kena staf saya saja, saya kena anginnya. Tapi hampir kena kepala. Saya kira mahasiswa kita perlu lebih dewasa kalau bisa persoalan diselesaikaan dengan komunikasi dan dialog untuk menyelesaikan persoalan, tidak perlu anarkis selama pintu dialog kita masih ada dan terbuka,” kata Hasannuddin Masud.

Usai pelemparan, Hasanuddin bersama anggota dewan lainya dan Wakil Ketua DPRD Sigit Wibowo saling berbincang sesaat lalu meninggalkan halaman depan DPRD Kaltim menuju gedung D. Unjuk rasa ini dikawal ketat petugas keamanan dari Polresta Samarinda dibantu TNI. (AZ/AK)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: