December 8, 2022

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

KSOP Samarinda Didemo, Didesak Turut Bertanggung Jawab Tertabraknya Jembatan

Aktivis Gabungan Mahasiswa Peduli Pembangunan Kalimantan Timur (GMPPKT) saat berunjuk rasa di KSOP Samarinda, Rabu (20/4/2022).

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Belum lama ini dua jembatan ditabrak kapal pembawa ponton batubara, misal Jembatan Mahakam pada 28 Maret 2022 dan Jembatan Martadipura di Kutai Kartanegara pada 8 April 2020 lalu. Peristiwa tertabraknya jembatan itu sudah beberapa kali terjadi yang akhirnya membuat sejumlah aktivis Gabungan Mahasiswa Peduli Pembangunan Kalimantan Timur (GMPPKT) prihatin. Bahkan, mereka melakukan aksi demo atau unjuk rasa di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di Jalan Yos Sudarso No.2 Samarinda pada Rabu (20/4/2022).

Dalam orasinya, aktivis ini mengajukan sejumlah tuntutan seperti mendesak pihak KSOP untuk mengusut insiden tersebut. Tidak hanya itu, GMPPKT juga meminta KSOP turut bertanggung jawab karena dianggap lalai.

“KSOP harus bertanggung jawab terhadap berbagai insiden yang terjadi di perairan sungai Mahakam, khususnya kapal yang menabrak jembatan yang ada di sepanjang sungai Mahakam karena KSOP sebagai otoritas pelabuhan di Samarinda,” tegas Abidin korlap GMPPKT.

Tidak terlalu lama berorasi, pihak KSOP menemui para pengunjuk rasa dan menerima aspirasi yang disampaikan pada aktivis mahasiswa.

“Aspirasinya diterima, yang menabrak lagi dalam proses,” kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar dan Patroli, KSOP Kelas II Samarinda, Slamet Isyadi kepada pengunjuk rasa.

Usai direspons oleh KSOP, aktivis GMPPKT kemudian meninggalkan tempat dengan tertib. Aksi unjuk rasa di KSOP itu mendapat pengawalan aparat kepolisian dari Polresta Samarinda. Meski demikian, GMPPKT tetap menduga adanya tindakan-tindakan sejumlah pihak yang dapat merugikan negara. Secara lengkap GMPPKT mendesak agar:

  1. KSOP harus bertanggung jawab terhadap berbagai insiden yang terjadi di perairan sungai Mahakam, khususnya kapal yang menabrak jembatan yang ada di sepanjang sungai Mahakam karena KSOP sebagai otoritas pelabuhan di Samarinda.
  2. Reformasi KSOP, karena diduga akibat kelalaian KSOP dalam pengawasan sering terjadi insiden penabrakan.
  3. KSOP harus mengusut kejadian penabrakan Jembatan Mahakam dan Jembatan Martadipura beberapa pekan lalu.
  4. Transparansi pungutan jasa labu dan jasa tambat yang seharusnya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pelayaran di seputar sungai Mahakam.
  5. Meminta kepada KSOP agar mencabut izin pelayaran dan memberi sanksi tegas kepada agen kapal yang menabrak jembatan beberapa waktu yang lalu. (AZ)
Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: