Bapemperda Bahas Kajian Awal Ranperda Usulan Inisiatif DPRD

BALIKPAPAN,KALPOSTONLINE | Ketua DPRD Prov. Kaltim Hasanuddin Mas’ud, pimpin rapat Bapemperda DPRD Provinsi Kalimantan Timur terkait Kajian Awal Ranperda Usulan Inisiatif DPRD tentang Perlindungan Pelaku Usaha Lokal dalam Persaingan Usaha di Daerah dan Ranperda Usulan Inisiatif DPRD tentang Pengaturan Lalu Lintas yang Melintasi Jembatan, Selasa (26/3/2024). Kegiatan ini dihadiri Ketua Bapemperda Rusman Ya’qub, Wakil Ketua Bapemperda Salehuddin, Anggota Bapemperda yakni Yusuf Mustafa, Jawad Sirajuddin, dan Fitri Maisyaroh Serta Narasumber Moh. Nasir dan Mada Aditia serta hadirnya dari Dinas Perhubungan, Perusda MBS, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Kepala Biro Hukum.
Rusman Ya’qub selaku Ketua Bapemperda menyampaikan bahwa Bapemperda mencoba melakukan terobosan upaya peningkatan pengusulan Ranperda inisiatif, salah satunya adalah kajian awal. Bapemperda ingin mempertajam usulan dari Ketua DPRD sehingga dapat dijadikan Ranperda Inisiatif tahun 2025, Salah satunya adalah pelindungan pengusaha lokal, dimana terjadi keadaan besarnya investasi yang ada di Kalimantan Timur namun tidak mempunyai dampak terhadap perekonomian secara langsung, Kemudian untuk pengaturan lalu lintas sungai, dimana pemanfaatan sungai diharapkan dapat meningkatkan perekonomian.
“Bapemperda akan memberikan akomodasi mengatur mekanisme jalan proses penyusunan dan pembuatan Hak Inisiatif, termasuk didalam nya adalah Bapemperda bertugas untuk menganalisa dan mengkaji usulan dari pemerintah. Kami sudah berjalan di awal tahun ini untuk mempersiapkan rancangan-rancangan awal PROPEMPERDA di tahun yang akan datang,”kata Rusman.
Dalam kesempatan itu Ketua DPRD Prov. Kaltim Hasanuddin Mas’ud menjelaskan bahwa usulan yang itu merupakan usulan yang sudah lama, yaitu untuk pengaturan lalulintas yang melintasi jembat, karena jembatan merupakan fasilitas yang dibangun pemerintah dimana terdapat potensi besar di bawahnya, dimana setiap harinya kurang lebih 60 kapal melintasinya dengan diatas GT 500
“Untuk menjaga keselamatan keamanan dan kelancaran, jembatan yang merupakan tulang punggung kita untuk menghubungkan samarinda dan samarinda seberang. Dibawah jembatan lalulintas perairan ini ada sampel-sampel ekonomi yang besar yaitu berdasarkan data yang masuk kurang lebih 60 angkut tongkang yang melintas setiap harinya dan ternyata yang memanfaatkan membawa sumber daya kaltim bukan pemerintah kaltim.Namun dari jenis vertikal lainnya melalui lelang tanpa melibatkan pemprov Kaltim,” tegas Hamas sapaan akrab hasanuddin mas’ud.(QR)


