October 1, 2022

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Rakor Forum Lalu Lintas Kukar Bahas Car Free Day

TENGGARONG, KALPOSTONLINE | Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar Rapat Koordinasi Forum Lalu Lintas( LL) ) membahas rencana penyelenggaraan Car Free Day di Tenggarong. Rakor yang di gelar di Kantor Dishub Kukar pada hari Kamis (7/7/22)  dipimpin Kepala Bidang Transportasi Darat Dishub Kukar Sumintodan diikuti oleh perwakilan Polres Kukar, Dandim 0906, Dinas Kominfo, Kabag Prokom, Dinas Perumahan, Satpol PP, Dinas Perindustrian, Dinas BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Koperasi, Dinas Kesehatan, Kecamatan Tenggarong, Kelurahan Melayu dan Timbau. bertempat di Ruang Rapat kantor Dishub Tenggarong.

Dalam rencana, kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car free Day) akan dilaksanakan pada hari Minggu 17 Juli 2022. CFD akan dirangkai dengan senam pagi di kawasan Creatif Park. Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Kartanegara Suminto menyampaikan bahwa tujuan rakor adalah untuk persiapan pelaksanaan car free day pada Minggu 17 Juli 2022.

Dikatakannya bahwa kegiatan car free day sudah 2 tahun lebih tidak dilaksanakan akibat wabah covid 19. “Saat ini angka kejadiannya sudah menurun di Kukar dan masyarakat juga sudah jenuh, ingin car free day segera dibuka kembali. Semua peserta rakor yang hadir sangat setuju, namun dengan tetap menjaga protokol kesehatan sesuai dengan arahan dari Dinkes Kukar,” ujarnya.

Pada tahun ini area CFD di Tenggarong akan diperpanjang hingga Taman Kota Raja.   Sebelumnya area CFD mulai dari simpang tiga Jembatan Bongkok hingga depan Bank Kaltimtara. Zona baru dimulai dari Bank Kaltimtara hingga kawasan Taman Kota Raja yang dikhususkan untuk para pesepeda. Dalam pelaksanaan CFD di Tenggarong, penutupan jalan dilaksanakan mulai pukul 06.00 hingga 09.00 wita. Jalan yang ditutup adalah beberapa simpang tiga seperti simpang tiga Sudirman, Imam Bonjol, Haruan, samping Kodim 0906, Jelawat, Patin, Arwana, A.P. Mangkunegara, dan KPU.

Suminto menambahkan esensi kegiatan  CFD  adalah untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Gerakan ini dimulai dari kesadaran penduduk mengenai bahaya pemanasan global dan pentingnya pengurangan emisi bahan bakar, dan untuk  pemberdayaan UKM. (QR/ADV DISKOMINFO KALTIM)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: