September 16, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Pemkab Rencana Bangun Tower Penajam Setinggi 150 Meter, Dewan Berharap Dipertimbangkan

Jhon Kenedi

PENAJAM, KALPOSTONLINE | Proyek pembangun Tower Penajam telah melalui proses lelang perencanaannya di Unit Layanan Pengadaan (ULP). Pemerintah kabupaten Penajam Paser Utara mengalokasikan anggaran di APBD 2021 sebesar Rp3,7 Miliar. Proses lelang perencanaan Tower Penajam telah selesai dan sudah ada pemenangnya.

Ketua DPRD PPU Jhon Kenedi tidak menunjukkan sikap penolakan ataupun menyetujui pembangunan menara setinggi 150 meter. Namun, ia meminta pembangunan menara tersebut menyesuaikan kondisi keuangan daerah. Karena ditengah pandemi Covid-19 pendapatan daerah mengalami penurunan.

“Tower ini kan baru rencana, kita juga harus melihat kondisi keuangan daerah. Kalau kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan, maka itu tinggal rencan,” kara Jhon Kenedi, Selasa (31/8/2021).

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU menargetkan perencanaan Tower Penajam rampung Desember 2021. Sementara untuk anggaran fisik Tower Penajam akan diusulkan di APBD 2022. Proyek prestisius ini diperkirakan menelan anggaran Rp150 Miliar. Jhon Kenedi memastikan dalam pembahasan APBD akan mencermati setiap program yang diajukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD). 

“Kalau proyek itu belum prioritas, kami berharap itu ditunda. Tetapi kan mengenai program pembangunan itu kewenangan pemerintah daerah kami di DPRD hanya memberikan masukan atau pertimbangan,” ujarnya. 

Sebelumnya, Kepala DPUPR PPU, Edi Hasmoro mengatakan penyusunan perencanaan pembangunan Tower Penajam, DPUPR meminta pendampingan Universitas Gadjah Mada (UGM). Pemerinah daerah telah bersurat ke UGM untuk meminta pendampingan. Karena pembangunan Tower Penajam butuh perencanaan yang matang untuk menghindari dampak yang timbulkan kemudian hari.

“Pemenang lelang perencanaan nantinya didamping UGM,” jelasnya.

Edi Hasmoro mengungkapkan, tinggi Tower Penajam yang direncanakan 150 meter. Kebutuhan anggarannya sebesar Rp 150 miliar. 

“Pembangunan fisiknya rencana akan dilelang tahun depan. Dengan catatan anggaannya tersedia dari APBD atau bantuan anggaran dari pusat,” tandasnya. (adv)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: