June 27, 2022

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Kajati Kaltim Datangi Rumah Siswi Yang Diusir, Kajati: Guru atau Sekolah Harus Humanis

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim Deden Riki Hayatul Firman diam diam mendatangi kediaman Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) di Samarinda, yang viral karena diusir dari ruang kelas saat hendak mengikuti ujian. Gadis berinisial MF (10) ini diusir dari ruang kelas karena tidak memiliki handphone (HP) serta seragam sekolah.
Sebelumnya Kajati Kaltim mendapat infonya di media melalui Kepala Kejaksaan Agung RI. Bukan perintah, namun dirinya langsung bergegas mendatangi kediaman siswi SD tersebut.

“Saya lihat di media media, terus ada info langsung dari Pak Kajagung. Tidak ada perintah, saya langsung berbegas mendatangi kediaman Siswi tersebut. Memang jika dilihat kondisi anak itu termasuk tidak mampu. Dirumah itu yang saya lihat banyak anak ada 4 termasuk keponakannya juga. Jadi HP itu cuma satu dipakai 4 anak, ditambah kondisinya rusak. Ini yang membuat siswi itu tidak bisa mengikuti proses belajar online,” ujar Kajati Kaltim kepada Kalpostonline di ruang kerjanya.

Pa Deden begitu sapaan akrabnya, meminta kepada pihak guru maupun sekolah untuk bersikap humanis terhadap anak siswi. Lebih melihat kondisi sebenarnya, sebelum bertindak.

“Saya berharap kepada guru maupun sekolah agar bisa bersikap humanis. Bisa dibahas lebih baik lagi, dengan melihat kondisi sebenarnya. “Pesannya.

Dalam pertemuan dengan orang tua Siswi tersebut Kajati Kaltim menawarkan jika mau pindah sekolah ketempat yang lebih dekat dari rumahnya pihaknya siap mempasilitasi.

“Dalam pembicaraan dengan orang tua nya, anaknya sekolah terlalu jauh jarak dari rumahnya, sehingga kesulitan untuk meng awasi. Nah saya menawarkan jika ingin pindah sekolah ke yang lebih dekat dari rumah Saya siap bantu,” jelas Kajati Kaltim.

Disinggung bantuan yang diberikan kepada siswi SD tersebut, Kajati enggan mengungkapkan bantuan yang diberikan, hanya mengatakan ada sedikit bantuan yang diberikan.

“Adalah sedikit untuk siswi itu. Lebih penting saya berpesan kepada semua pihak agar kejadian ini tidak terulang lagi kepada siswi di Kaltim, karena menurutmu program pendidikan sudah sangat membantu siswa dan siswi dan itu sudah banyak sekali,” pungkasnya. (QR)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: