September 24, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

BKPN Unmul Buat Workshop Buku Pancasila untuk Milineal

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Kegelisahan kaum akdemisi di perguruan tinggi terhadap kesadaran generasi milenial dalam memahami nilai-nilai Pancasila kian dirasakan. Generasi muda terutama remaja dinilai kurang menerima pemahaman yang utuh mengenai ideologi Pancasila yang menjadi dasar dalam berbangsa dan bernegara.

Guna memberikan sumbangsih atas persoalan tersebut, Unit Layanan Strategis Badan Kajian Pancasila dan Kenegaraan (BKPN) Universitas Mulawarman (Unmul) di Samarinda, Kalimantan Timur menggelar workshop penyusunan materi buku tentang ideologi dan karakter Pancasila.

Suasan pembukaan workshop penyusunan materi buku tentang ideologi dan karakter Pancasila

Dengan kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan karya tulis dalam bentuk buku-buku tentang Pancasila khususnya untuk generasi milineal.

“Kurang penguatan ideologi di kampus (mahasiswa) untuk mengembalikan semangat Pancasila. Kondisi inilah yang membentuk semangat untuk bagaimana revitalisasi ideologi Pancasila sebagai solusi segala tindakan kita, khususnya menghadapi tantangan revolusi industri 4.0,” ungkap Ketua panitia workshop, Suryaningsih dalam laporannya di Midtown Hotel Samarinda, Jumat (31/1/2020).

30 peserta workshop dari lintas profesi dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Suryaningsih mengakui, memang kegiatan serupa kerap diadakan. Namun bagi BKPN Universitas Mulawarman, workshop penyusunan buku Pancasila baru kali pertama diadakan.

“Saya dengar di luar, kegiatan ini sering diadakan. Tapi bagi BKPN ini baru perdana yaitu workshop penyusunan buku. BKPN hanya memfasilitasi penyusunan. Buku ini untuk bahan bacaan,” imbuhnya.

Ketua Unit Layanan Strategis BKPN Universitas Mulawarman, Muhammad Ridwan menjelaskan, BPKN yang baru didirikan pada 2018 lalu berusaha agar peserta workshop kali ini menghasilkan buku yang sangat relevan terhadap wacana dan karakter generasi muda dalam mempelajari Pancasila sebagai pedoman mereka dalam pergaulan bangsa juga negara.

“Berdasarkan data, 30 persen remaja milineal tidak percaya Pancasila. Padahal pancasila itu lane star (pedoman),” sebutnya.

Ridwan berpendapat, semua agama di Indonesia telah menerima kehadiran Pancasila. Sehingga kata dia, Pancasila merupakan sari pati dari nilai-nilai semua agama.

“Saya harap nantinya ada buku yang akademik dan bergaya milenial. Bahkan tidak hanya buku, nantinya juga ada mentor-mentor Pancasila di kampus,” kata Ridwan memungkasi. (OY)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: