October 27, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Pastikan Tidak Ada Tambang dan Sawit, Ketua DPRD Kunjungi Sekolah Orangutan

TENGGARONG, KALPOSTONLINE | Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara Abdul Rasid ingin kawasan Pusat Penelitian Orangutan (Orangutan Research Center/ORC) bebas dari aktivitas pertambangan dan perkebunan kelapa sawit. ORC itu berada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) BALITEK KSDA Kelurahan Sungai Merdeka Kecamatan Samboja.

Keinginan Rasid itu ia sampaikan saat berkunjung ke Yayasan Jejak Pulang, Minggu (14/6/2020). Dalam lawatan tersebut Rasid ditemui langsung Ketua Yayasan Jejak Pulang Hery Estaman.

“Saat ini ada 9 orangutan yang berada di pusat rehabilitasi dan beberapa diantaranya sedang disekolahkan ke hutan untuk mengasah kemampuan mencari pakan, memanjat pohon, membuat sarang, mengenali hutan agar kembali liar dan memiliki kemampuan bertahan hidup untuk dapat dilepas liarkan kembali ke hutan habitat asli orangutan,” kata Hery menjelaskan.

Abdul Rasid berkunjung ke Yayasan Jejak Pulang, Minggu (14/6/2020).

Hutan KHDTK dengan luas 3.504 hektar tersebut merupakan tempat sekolah bagi orangutan. Hutan ini sendiri merupakan satu satunya hutan yang tersisa dihulu sungai kecamatan Samboja. Maraknya aktivitas tambang batubara dan perkebunan kelapa sawit disekitaran hutan KHDTK menjadikan hutan KHDTK sebagai salah satu tempat satwa bertahan hidup.
Selain Orangutan, hutan KHDTK juga hidup satwa liar dilindungi seperti Beruang Madu, Enggang, Macan Dahan dan banyak lagi satwa endemik Kalimantan lainnya.

Hery megatakan, kawasan ini dijaga 21 post ranger yang setiap bulan melakukan patroli gabungan melibatkan polisi kehutanan dan Polda Kaltim.

“Kami tidak mau ada pembiaran jadi kalau terjadi sedikit saja perusakan langsung kami datangi lalu tindak secara peruasif dan kita lakukan edukasi,” jelas Hery di hadapan Rasid.

Pada kesempatan itu, Hery Estaman mengharapkan dukungan Ketua DPRD Kukar beserta jajaran Pemerintah Kukar, untuk bersama sama menjaga, melindungi kawasan hutan KHDTK kecamatan Samboja, serta tentu saja orangutan dan habitatnya.

Yayasan Jejak Pulang adalah Yayasan Konservasi Orangutan non profit yang bekerjasama dengan BALITEK KSDA & BKSDA Kalimantan Timur di alam hal penyelamatan, rehabilitasi, serta pelepasliaran orangutan.

Abdul Rasid sendiri sangat mengapresiasi Yayasan Jejak Pulang khususnya dengan keberadaan sekolah orangutan untuk mempersiapkan urangutan dilepasliarkan ke habitatnya. Secara rutin Orangutan juga diperiksa kesehatannya.Bila dinilai sudah mampu bertahan hidup dialam bebas maka akan dilepas.

“Keberadaan Orangutan di kawasan ini tetap sama-sama kita jaga karena merupakan binatang langka yang patut kita lindungi keberadaannya di wadah kita ini,” katanya memberikan dukungan.(adv)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: