October 27, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

RS Dirgahayu Samarinda Kategori Terbaik se Indonesia

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Terkait dengan pelayanan kesehatan untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) – Kartu Indonesia Sehat (KIS), Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda, Kalimantan Timur terpilih dalam lima besar (top five) kategori rumah sakit tipe C terbaik se Indonesia, juga termasuk 15 rumah sakit terbaik untuk semua tipe (A,B,C) di Indonesia. Penilain tersebut merupakan hasil yang dikeluarkan oleh Tim BPJS Kesehatan dan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) sekira Juli 2019 lalu.

Baca juga: Mengenal PT SM, Penerima Kredit Rp509 Miliar dari Bankaltim

“Satu-satunya rumah sakit yang lolos mewakili pulau Kalimantan yang berjuang di tingkat nasional” ungkap Kepala Humas RS Dirgahayu dr Lucia Ristuti Widyaningrum baru-baru ini kepada media ini.

Mesin Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) di RS Dirgahayu JL Gunung Merbabu Samarinda, Kalimantan Timur

Dalam penilaian tersebut, kata dia, ada sejumlah inovasi yang diterapkan oleh manajemen RS Dirgahayu dalam memudahkan pelayanannya kepada pasien.

“Ada beberapa inovasi yang kami ajukan kemarin, APM (anjungan pendaftaran mandiri), pengantaran obat gratis ke rumah pasien, sms (short message services) gateway untuk pasien kontrol post opname dan hasil laboratorium, juga sosial media,” jelas Lucia.

Dijelaskannya, mesin APM yang bagian dari inovasi pelayanan itu, berfungsi untuk pasien umum yang berobat dan bayar tunai di rumah sakit. Sehingga pasien umum yang ingin berobat dapat langsung mendaftar menggunakan mesin APM, tanpa mendaftar manual melalui loket pendaftaran.

dr Yohanes Libut (paling kanan), dr Lukas (ke dua dari kiri) dan Kepala Humas RS Dirgahayu dr Lucia Ristuti Widyaningrum (ke tiga dari kiri)

“Cukup dengan scan barcode atau ketik nomor rekam medis kemudian pilih poliklinik dan dokter yang dituju,” ujar dia menjelaskan.

Adapun mesin APM terdiri dari dua warna, hijau dan biru. APM berwarna hijau diperuntukkan pasien peserta BPJS sementara APM biru untuk pasien umum. Sehingga lama antrian dalam pendaftaran pasien dapat teratasi.

“Dengan APM, pasien hanya menunggu 25 sampai 35 detik untuk beberapa poli yang dokter spesialisnya lebih dari satu. Tapi kalau satu poli hanya ada satu dokter spesialis maka hanya butuh waktu 10 detik,” jelasnya lagi.

Bahkan dengan perkembangan teknologi, pelayanan (reservasi) daring (dalam jaringan) dapat menggunan ponsel berbasis android yang aplikasinya dapat diunduh di playstore (google play).

Piagam sebagai rumah sakit terbaik diberikan kepada RS Dirgahayu

“Kalau sudah reservasu online via android untuk scan Q code nya hanya butuh waktu 5 detik,” sebutnya.

Meski begitu, dr Lucia mengaku RS Dirgahayu yang merupakan rumah sakit swasta pertama di Samarinda ini, belum berencana meningkatkan status pelayanan rumah sakitnya ke tipe lebih tinggi.
“Utuk saat ini belum,” katanya.

Pelayanan yang diberikan tersebut diakui tidak hanya untuk kepentingan rumah sakit semata, melainkan untuk mewujudkan kepuasan pasien RS Dirgahayu terutama pasien peserta JKN-KIS yang memang kerap berobat di RS Dirgahayu. Pun demikian, RS Dirgahayu menyediakan jasa pengantaran obat gratis untuk semua pasiennya meliputi kawasan Samarinda Kota sampai Samarinda Seberang.

Salah seorang penggagas inovasi pelayanan hingga menjadi bagian dari rumah sakit terbaik se nasional adalah dr Yohanes Libut selain dr Lukas. Yohanes Libut mantan dirut RS Dirgahayu itu termotivasi hanya ingin rumah sakitnya memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien.

“Karena mau terbaik, walaupun di kampung,” katanya singkat. (OY)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: