April 15, 2024

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Pimpinan DPRD Kaltim Yang Lebih Tahu, Urgent atau Tidak ke Belanda

Rombongan Kaltim di Belanda, foto (Viva.co.id)

SAMARINDA,KALPOSTONLINE | Ketua Badan Kehormatan DPRD Kaltim Sutomo Jabir memberikan tanggapan terkait dengan Kunjungan ke Belanda. Menurut Dia, setiap anggota Dewan dan pimpinan DPRD diberi porsi dan ada dalam rencana kerja Dewan untuk kunjungan keluar negeri.

“Terkait kunjungan dewan keluar negeri memang ada dalam renja DPRD. Setiap anggota termasuk pimpinan diberi porsi tugas ke luar negeri, cuma selama ini jarang yang menunaikan tugas ke luar negeri, meski telah ditetapkan dalam renja selain karena efek covid kemarin, juga karena padatnya kegiatan dalam daerah, sehingga kalau ada anggota yang tugas ke luar negeri saya pikir itu hak mereka,” kata Sutomo Jabir melalui ponsel Rabu (19/7/23).

Sedangkan terkait dengan keberangkatan seluruh pimpinan DPRD Kaltim ke Belanda secara bersamaan, apakah karena sangat urgent atau mendesak, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menyatakan bahwa pimpinan yang mengetahui itu.

“Terkait keberangkatan pimpinan secara bersamaan selama tidak melanggar aturan, tata tertib dan kode etik tentu bukan ranah saya mengomentari, karena yang memberi izin adalah Mendagri.Apakah urgent mereka kesana, tentu pimpinan yang lebih mengetahui,” pungkasnya.

Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud, Wakil ketua Seno Aji, Muhammad Samsun dan Sigit wibowo mulai menjadi sorotan di internal Dewan dan juga menjadi perhatian sejumlah pihak. Sorotan ini terkait dengan kunjungan para pimpinan Dewan termasuk sekretaris DPRD Hj.Norhayati ke luar negeri, tepatnya ke Belanda.

Apa yang urgent atau mendesak sampai 4 orang pimpinan Dewan sendiri yang harus mengikuti kegiatan itu ?.

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud yang dikonfirmasi media ini belum memberikan jawaban atas pertanyaan yang media ini ajukan, Wakil Dewan ketua Muhammad Samsun yang juga dikonfirmasi soal urgent kunjungan ke luar negeri dengan melibatkan seluruh pimpinan Dewan. Namun sayangnya hingga berita ini ditayangkan belum ada penjelasan dari ketua dan wakil ketua DPRD Kaltim.

Sekretaris Dewan Norhayati yang ikut ke Belanda ketika dikonfirmasi juga belum memberikan penjelasan hingga berita ini ditayangkan.

Sejumlah anggota DPRD Kaltim menyayangkan langkah yang dilakukan pimpinan Dewan itu. Misalnya saja Marthinus anggota komisi I yang juga anggota Badan Kehormatan (BK).

“Saya mewakili Badan Kehormatan, saya sudah konsultasi dengan Ketua BK pak Sutomo Jabir dan wakil ketua BK ustad Harun Al Rasyid ingin memberikan masukan ke lembaga dewan dan juga bu sekwan,” kata Marthinus pada media ini melalui ponselnya Selasa (18/7/23).

Menurut dia, peristiwa kunjungan kerja seluruh pimpinan Dewan keluar negeri baru terjadi di DPRD Kalimantan Timur dan belum pernah terjadi di DPRD provinsi lain.

“Saya bisa katakan ini baru terjadi dalam sejarah di Indonesia, DPRD melakukan kunjungan ke luar negeri dan semua pimpinan berangkat. Boleh di cek di seluruh DPRD di Indonesia,” tegasnya

Dia menegaskan tidak mempersoalkan keberangkan itu, jika masih ada salah satu pimpinan dewan yang tinggal di DPRD Kaltim, hal itu perlu dilakukan karena banyak kegiatan di alat kelengkapan dewan.

“Kami usulkan ada unsur pimpinan yang tinggal. Kami berikan masukan ini karena di banmus sebelumnya sudah terjadwal banyak agenda-agenda. Kami hanya protes mengenai kekosongan pimpinan selama lima hari kerja. Ini yang membuat kami gelisah dan teman-teman bertanya, apakah keberangkatan ini penting untuk lembaga atau tidak,” pungkasnya.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Kaltim Sutomo Jabir yang dikonfirmasi belum bisa memberikan tanggapan, karena posisi sedang dalam perjalanan ke Kabupaten Berau.

Sejumlah angota Dewan lainya mengkritik kunjungan rombongan pimpinan DPRD dan Sekwan itu, namun sayangnya tidak berani bicara secara terbuka ke media.

Gubernur Isran Noor mengungkapkan rencana kunjungan kerja ini sebenarnya sudah terprogram cukup lama, sekitar tujuh tahun lalu.

“Pertama, kita ingin belajar untuk meningkatkan kerja sama antarpemerintah dan sekaligus pemerintah daerah dan pemerintah Belanda,” kata Gubernur Isran Noor.

Sebagai mitra strategis pemerintah pusat, APPSI lanjut Gubernur, akan menyampaikan hal-hal yang secara regulasi mungkin belum diatur, tetapi hal itu penting dan banyak hal lainnya.

“Misalnya saja soal investasi, bisnis atau usaha. Semua itu ada peran pemerintah daerah. Semua yang diurus Jakarta, semua komoditinya itu ada di daerah-daerah,” jelas Gubernur.

Belanda sendiri kata Gubernur menjadi bagian dari sejarah pemerintahan di Indonesia.

Kunjungan Gubernur Isran Noor ke Belanda itu adalah kegiatan APPSI. Saat kunjungan ini Gubernur Isran Noor hadir bersama Ketua Dewan Pakar APPSI Prof Ryas Rasyid, Anggota Dewan Pakar APPSI Prof Muchlis Hamdi, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Ma’mun Amir, Asisten II Setda Provinsi Papua Suzana Dewijana Wanggai dan Kepala Biro Pemerintahan Setda Maluku Dominggus Nicodemus Kaya.

Sedangkan dari Kaltim tampak mendampingi Sekda Sri Wahyuni dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah Pemprov Kaltim. Hadir juga Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, para Wakil Ketua DPRD Kaltim M Samsun, Seno Aji, Sigit Wibowo, Ketua Komisi III Veridiana Huraq Wang dan Anggota DPRD Kaltim Ekti Imanuel, sebagaimana dilansir viva.co.id.

Selasa (18/7/2023), rombongan APPSI akan melakukan kunjungan ke The Association of Provinces of the Netherlands (Interprovicial Overleg/IPO/Asosiasi Pemerintah Provinsi) dan International Cooperation Agency of the Association of Netherlands Municipalities (Vereniging van Netherlandse Gemeenten/VNG/Asosiasi Pemerintah Kabupaten/Kota).

Rombongan juga akan datang ke Penitiary Arnhem (Lembaga Pemasyarakatan Arnhem) dan kunjungan ke Dutch Probation & Workplace Community Center.(AZ)

Admin

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: