October 1, 2022

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Kepala PT POS Muara Ancalong Dilaporkan ke Kejati Kaltim

Perwakilan PT POS saat rapat dengar pedapat dengan Komisi I DPRD Kaltim, Selasa (19/7/2022).

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | PT. POS Indonesia nampaknya sangat geram dengan prilaku Hamdani Kurniawan Kepala Kantor PT. Pos Indonesia Kecamatan Muara Ancalong Kutai Timur yang diduga menggelapkan dana nasabah hingga mencapai Rp1 miliar. Hamdani saat ini sudah diberikan sanksi oleh pihak manajemen PT POS Indonesia, tidak hanya sampai di situ, dia juga dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur.

“Terduga Pelaku a/n Hamdani Kurniawan, sudah diberikan sanksi disiplin SP3, dalam proses Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK). Selain diberi sanksi PHK, PT POS juga memproses secara hukum terhadap pelaku. Telah melaporkan Hamdani Kurniawan ke Kejati Kaltim dengan laporan dugaan tindak pidana korupsi. Akan disusul laporan dugaan tindak pidana pencucian,” ungkap Moko Mahadianto Vice President Legal Good Governance and Compliance PT POS Indonesia Persero.

Moko juga berharap para wakil rakyat yang duduk di DPRD Kaltim ini memberikan suport terhadap pelaporan yang dilakukan PT POS terhadap Hamdani keKejaksaan Tinggi Kaltim.

“PT Pos memohon dukungan dari DPRD Kaltim untuk mengawal laporan ini di Kejati Kaltim agar dapat ditindaklanjuti segera sesuai ketentuan hukum,” pintanya.

Kepala Kantor Pos Cabang Samarinda Arfan Aidid menambahkan penjelasan koleganya, bahwa PT. Pos juga telah membentuk satgas untuk penanganan masalah itu.

“PT Pos Indonesia langsung membentuk satgas penanganan masalah ini pada Mei 2022. Telah dilakukan tracing asset pelaku. Disita asset pelaku berupa 1 unit motor trail dan 1 unit mobil Terrano diamankan di Kantor Pos Samarinda,” jelasnya.

Menurut Arpan, PT. Pos sudah melaporkan Hamdani Kurniawan ke Kejati pada awal Juli 2022 lalu dengan dugaan tindak pidana korupsi dan dugaan pencucian uang.

“PT Pos Indonesia sudah melaporkan Pelaku ke Kejati Kaltim tanggal 01 Juli 2022 dengan nomor registrasi laporan: 3243 perihal dugaan tindak pidana korupsi. Akan disusul laporan lagi ke Kejati Kaltim perihai dugaan tindak pidana pencucian uang,” jelasnya lagi. (AZ)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: