February 25, 2024

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Kasus Pemalsuan Dokumen Tambang, Kejagung Bakal Usut PT Sendawar Jaya

Ketut Sumedana

JAKARTA,KALPOSTONLINE | Kejaksaan Agung (Kejagung) membuka peluang mengusut keterlibatan PT Sendawar Jaya dalam kasus pemalsuan dokumen tambang. Hal ini menyusul penetapan tersangka terhadap mantan Bupati Kutai Barat, Ismail Thomas.

“Kita lihat perkembangannya ke depan, kita baru memulai,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana pada Kamis (17/8).

Sebelumnya penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung menetapkan Ismail Thomas sebagai tersangka pemalsuan dokumen pertambangan PT Sendawar Jaya.

“Kita temukan yang bersangkutan salah satu orang yang melakukan dan membuat dokumen palsu,” ujar Sumedana.

Dengan dokumen palsu itu, PT Sendawar Jaya menggugat penyitaan lahan tambang yang dilakukan Kejagung. Gugatan dikabulkan.

Usai pemeriksaan pada Selasa (15/8), Ismail Thomas yang kini anggota DPR dari Fraksi PDIPerjuangan dijebloskan ke tahanan.

“Tim penyidik JAM Pidsus telah melaksanakan penahananterhadap tersangka inisial IT (Ismail Thomas) anggota Komisi IDPR atau Bupati Kutai Barat periode 2006-2016,” ujar Sumedana sebagaimana dilansir RM.id

Kasus ini bermula dari penyitaan yang dilakukan Kejagung terhadap aset dan lahan tambang PT Gunung Bara Utama, anak usaha PT Trada Alam Mineradi. Penyitaan ini terkait kasus korupsidana investasi PT Asuransi Jiwasraya yang menjerat Heru Hidayat, bos PT Trada.

PT Sendawar Jaya tak terima atas penyitaan aset itu. Mereka mengklaim, aset berupa lahan atau lokasi pertambangan batu bara seluas 5.350 hektare (ha) di Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur itu sebagai miliknya.

PT Sendawar lantas melayangkangugatan ke PNJakarta Selatan pada 21 Juli 2022. Gugatan dengan klasifikasi perkara Perbuatan Melawan Hukum itu teregister dengan nomor 667/Pdt.G/2022/PNJKT.SEL. Pihak Tergugat yakni PT Gunung Bara Utama, Soebianto Hidayat, Tandrama, Aidil Adha, Abdul Hatta, Edi, PT Batu Kaya Berkat, PT Black Diamond Energy. Sementara Turut Tergugat yakni Kejaksaan Agung

Dalam putusannya tertanggal 14 Juni 2023, majelis hakim yang diketuai Samuel Ginting dengan anggota Raden Ali Muladi dan Hendra Utama Sutardodo mengabulkan gugatan PT Sendawar untuk sebagian.

Majelis hakim memerintahkan Tergugat I atau pihak-pihak yang menguasai lahan untuk mengosongkan dan menyerahkankepada PT Sendawar objek sengketa berupa: lahan tambang batubara yang letak koordinatnya sebagaimana tersebut dalamamar putusan nomor (3) tersebut di atas yang berloksi di Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat seluas 5.350 ha.

Selain itu, hakim menghukumTergugat Imembayar ganti rugi Materiil sebesar Rp 834.102.783.800,00 dan ganti rugi immateriil sejumlah Rp 10 miliar.

Menyikapi putusan ini, Kejagung memutuskan mengajukan banding. Pernohonan bandingdidaftarkan pada 18 Juli 2023 sebagai perkara nomor 690/PDT/2023/PT DKI.

Banding ditangani majelis hakim yang diketuai Sirande Palayukan, dengan anggota Chrisno Rampalodji dan Berlin Damanik.

“Kami (Kejagung) sudah menang di PT (Pengadilan Tinggi DKI),” kata Sumedana.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan, menerima permohonan banding dari Pembanding I, II, III, IV, V semula Tergugat I, II, III, VII, VIII, dan Pembanding V semula Turut Tergugat.

“Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 667/Pdt.G/2022/PNJkt.Sel., tanggal 14 Juni 2023 yang dimohonkan banding,” demikian putusan yang diketuk 7 Agustus 2023.(AZ)

Admin

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: