August 16, 2022

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Diduga Kemahalan, Usut Proyek Mushola DPRD Kaltim Senilai Rp4 Miliar

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Pada tahun 2018 lalu proyek rehab perluasan mushola di DPRD Kaltim mulai dikerjakan dengan nilai kontrak awal Rp2,507 miliar dan luasan lahan diduga berkisar 100 m2. Anggaran itu kemudian ditambah lagi pada tahun 2019 sebesar Rp1,5 miliar. Penggiat anti korupsi menilai hasil pembangunan yang sudah dikerjakan dengan anggaran yang dikucurkan diduga kemahalan. Karenanya aparat penegak hukum diminta untuk mengusut.

“Rasanya ada yang janggal antara anggaran yang terkucur begitu besar dengan fakta dilapangan hasil pembangunan yang sudah selesai dikerjakan dan dimanfaatkan. Kami menduga kemahalan, aparat penegak hukum harus mengusut dan memeriksa PPTK, KPA dan kontraktor,” tegas Ishack Iskandar Al-fatih Ketua Aliansi Anti Korupsi dan Kolusi Indonesia melalui ponselnya, Senin (31/1/2022).

Penggiat anti korupsi ini membandingkan dengan pembangunan Masjid Istiqlal di Loa Bakung Sungai Kunjang yang nilainya berkisar Rp2 miliar. Namun, bangunannya jauh berbeda dengan muhsola DPDR Kaltim, masjid Istiqlal Loa Bakung memiliki dua lantai dan luas bangunan juga cukup besar. Sementara mushola DPRD Kaltim jauh lebih kecil dan hanya satu lantai.

“Apa yang membuat mushola DPRD Kaltim ini sangat mahal, bangunannya kecil, tidak bertingkat, tempat wudhunya juga nampak biasa saja. Di dalamnya juga tidak tergambar, apakah ada yang terbuat dari emas hingga mahalnya proyek ini mencapai Rp4 miliar,” tegasnya lagi.

Ketika disinggung langkah yang dilakukan penggiat anti korupsi terkait dengan proyek tersebut?

“Kan bangunannya sudah selesai dan dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah, kami kumpulkan dokumen tambahan setelah itu kita laporkan agar diusut. Kami menduga dana Rp4 miliar untuk proyek mushola itu kemahalan. Tapi biar penyidik yang mengusut tuntas itu,” pungkasnya. (AZ)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: