May 24, 2024

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Di BPK Pansus Sebut Korban Tewas di Lubang Tambang PT. BBE

Wakil Ketua Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim M.Udin (kanan) bersama Ketua BPK RI Perwakilan Kaltim Agus Priyono.

SAMARINDA,KALPOSTONLINE | Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim Selasa (21/2/23) berkunjun ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kaltim. Dalam kunjungan itu pansus menggali informasi terkait temuan BPK yakni soal dana jaminan reklamasi (jamrek) dan ribuan lubang tambang yang menjadi temuan BPK pada tahun 2021 lalu.

Saat bertemu auditor negara itu, Wakil Ketua Pansus Muhammad Udin membeberkan sejumlah persoalan pertambangan di Kalimantan Timur terutama terkait dengan 1.133 IUP yang tidak aktif dan meninggalkan bekas tambang tanpa reklamasi atau penutupan void, dan 272 IUP yang tidak aktif masih memiliki jaminan yang tidak dilakukan pencairan untuk reklamasi. Politisi Muda Partai Golkar ini kemudian menyinggung peristiwa baru soal adanya warga Kaltim yang tewas lagi dilubang tambang PT.BBE.

“Salah satu perusahaan di Kaltim, terdapat lagi satu orang meninggal dunia di lubang tambang yaitu di PT BBE, sedihnya kita menurut informasi voidnya masih aktif tetapi tergenang air,” jelas Muhammad Udin.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, Pimpinan Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim ini menyesalkan terulangnya kembali warga meninggal di lubang tambang batubara milik PT. BBE. Pansus sendiri menyatakan bahwa, sudah pernah mengingatkan kepada semua perusahaan pertambangan agar kasus tewasnya warga di kolam tambang batubara tidak terjadi lagi.

“Saya ingat betul pada saat HUT Kaltim di tahun 2023 membuat pernyataan untuk mengingatkan agar tidak ada lagi warga tewas di kolam tambang, sekarang terjadi lagi. Silakan polisi mengusutnya, namun pansus akan mendalami dari aspek yang berbeda,” tegas M Udin

Pansus akan melakukan pengecekan secara langsung guna melihat dari dekat. Langkah itu perlu dilakukan, agar kasus ini menjadi terang benderang untuk mengetahui, apakah ada prosedur yang yang tidak dilaksanakan pada saat penambangan atau pasca penambangan.

“Pansus belum tahu, apakah voidnya masih aktif atau tidak. Karena itu pansus akan melakukan pengecekan di lapangan. Setelah melihat dari dekat, kemudian mengkaji, menganalisa dan selanjutnya akan mengambil sikap,” katanya lagi.

Ketika disinggung kemungkinan Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim memanggil pihak manajemen PT. BBE dan pihak kontraktor, politisi muda Partai Golkar ini belum mau berbicara banyak dengan alasan belum melakukan kros cek ke lapangan.

“Tunggu saja, kita cek dulu ke lapanganya,” pungkasnya.

Sebelumnya Pihak PT. BBE menjelaskan bahwa pada kalangan pers bahwa peristiwa itu langsung mendapat respons dari pihak perusahaan yang secara proaktif bekerja sama dengan tim evakuasi, yakni, ERT (tim tanggap darurat BBE), BPBD Kukar, Basarnas, Polsek dan Polres setempat.

“Kami juga menyediakan sarana dan prasarana pendukung pencarian dan evakuasi,” tulis Senior Manager Government Relation & Licensing PT. BBE M. Taufik Tri Cahyanto dalam keterangan rilisnya kepada sejumlah media.

Setelah melakukan pencarian di area lokasi kejadian, akhirnya korban berhasil ditemukan pada Selasa (7/2/2023) sekira pukul 14.20, dan telah dilakukan evakuasi oleh tim gabungan untuk di proses lebih lanjut. PT. BBE mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian sampai tuntas, dan menyampaikan bela sungkawa terhadap korban dan keluarga.

“Semoga kejadian semacam ini tidak terjadi lagi di waktu yang akan datang dan mengimbau agar setiap orang yang masuk ke area terbatas termasuk wilayah pertambangan aktif untuk melapor, memberitahu dan meminta izin demi keselamatan bersama,” tuturnya. (AZ)

Admin

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: