October 1, 2022

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Kadistanak Kukar: Tidak Ada Serangan PMK kepada Hewan Kurban di Kukar

TENGGARONG, KALPOSTONLINE | Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Sutikno memastikan tidak ada serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban di Kukar. Tim Kesehatan Hewan (Keswan) Distanak Kukar telah mendatangi 4 lokasi penjualan hewan kurban pada Selasa (5/7/22) kemarin. 
“Ini kunjungan pemeriksaan kedua yang dilakukan Tim Keswan Kukar untuk memastikan kesehatan sapi dan kambing.  Tahun 2022 ini kebutuhan akan hewan kurban meningkat hingga 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Kepala Distanak Kukar Sutikno. 

Distanak Kukar memberikan stiker tanda sehat bagi hewan-hewan  kurban yang dinyatakan sehat. Hewan kurban di Kukar banyak dipasok dari Mamuju, Sulawesi Barat.  Menghadapi Hari Raya Idul Adha tahun ini, Distanak Kukar mengerahkan 3 orang dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada hewan kurban jelang hari raya Iduladha.  

“Kita datangkan pihak ketiga, sampai hari ini tidak ada yang terjangkit. Jadi aman, tidak usah ragu dan khawatir. Hasil pemeriksaan Tim Keswan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Kepala Distanak Kukar, Sutikno. 

Dokter Gunawan dari Distanak Kukar menjelaskan pemeriksaan kesehatah hewan kurban dilakukan dengan pemeriksaan gigi seri hewan. Tujuannya untuk memastikan apakah telah berganti, yang biasa dikenal dengan istilah pengecekan gigi poel. 

Selain itu dilakukan pemeriksaan kuku, sekitar mulut, lidah, dan suhu tubuh hewan ternak. “Ciri khas PMK adalah adanya garis putih kemerahan yang khas. Jika parah, kuku akan lepas dan sapi tidak bisa berdiri, harus segera dipotong,” jelasnya. 

Pemantauan kesehatan hewan kurban ternyata juga dilakukan oleh pedagang sapi kurban. Eko, seorang pedagang sapi di kawasan Jalan AP Mangkunegoro Timbau, mengatakan bahwa pihaknya terus memantau kesehatan seluruh sapi kurban dagangannya. 

“Pemantauan dan pemeriksaan dilakukan dilakukan oleh dokter hewan mulai saat pengiriman di Mamuju. Sebelum dikirim, juga dilakukan karantina terlebih dahulu  pada hewan ternak. Sampai di Kukar hewan ternak diperiksa lagi,” jelasnya. (QR/ADV DISKOMINFO KALTIM)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: