June 27, 2022

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

DKP Kaltim Beri Pelatihan Penanganan Penyakit Ikan

BALIKPAPAN, KALPOSTONLINE | Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim menggelar Pelatihan Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Obat Ikan Kimia dan Biologi (OIKB), Hama dan Penyakit Ikan (HPI) dan Vaksin Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2022.

Kegiatan yang dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanani (DKP) Kaltim, Riza Indra Riadi, digelar untuk meningkatkan sumber daya manusia, dalam hal ini para petugas Hama dan Penyakit Ikan (HPI) kabupaten/kota tentang cara mengidentifikasi dan penanganan serangan penyakit pada ikan. Berlangsung di Balikpapan, Selasa (7/6/2022). Dikutip dari laman resmi DKP Kaltim https://dkp.kaltimprov.go.id.

Pelatihan diikuti Direktur Kawasan Kesehatan Ikan Ditjen Perikanan Budidaya, Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Balikpapan dan mitra DKP lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Riza mengakui hingga saat ini Kaltim masih dihadapkan pada permasalahan seperti kurangnya pemahaman petugas HPI untuk mengidentifikasi serangan penyakit serta kurangnya komunikasi antara pembudidaya dan petugas HPI.

“Saya harap akan terbangun komunikasi mengenai hama dan penyakit ikan untuk mengurangi terjadinya serangan penyakit pada ikan yang dapat mengakibatkan penurunan produksi budidaya ikan,” jelas Riza.

Adapun permasalahan meliputi informasi terkait kematian pada ikan lambat terselesaikan, sehingga pengendalian penyakit ikan di lapangan belum dapat teratasi dengan baik secara preventif maupun represif sesuai dengan Permen KP Nomor 13 Tahun 2021 tentang Tindakan Tanggap Darurat dan Pengendalian Penyakit Ikan, katanya.

Menurutnya, diperlukan pembentukan Gugus Tugas Pengendalian Penyakit Ikan di Provinsi Kalimantan Timur yang harapannya akan memperkuat komunikasi antar kabupaten/kota dan provinsi hingga pemerintah pusat terkait pengendalian penyakit ikan.

“Juga adanya wadah untuk meningkatkan komunikasi antar petugas HPI di kabupaten dan kota, provinsi maupun pemerintah pusat,” beber Riza.

Hasil akhir dari kegiatan pelatihan ini adalah mampu mengurangi terjadinya serangan penyakit pada ikan di Provinsi Kalimantan Timur sehingga masyarakat pembudidaya dapat memaksimalkan produksi usaha mereka. (Adv)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: