July 27, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Kunjungi Pesantren Terdampak Banjir, PPP Samarinda Serahkan Bantuan

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Samarinda menyambangi Pondok Pesantren Hidayatul Mutadi`in di Kelurahan Bengkuring Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda, Rabu (29/1/2020). Pesantren tersebut merupakan sekian dari institusi pendidikan yang mengalami kerugian saat wilayah Samarinda dilanda banjir.

Kunjungan tersebut selain menjalin silaturrahim dengan pengasuh pondok pesantren, juga penyerahan bantuan sebagai bagian dari kegiatan memperingati harlah partai berlambang Ka`bah yang ke 47.

Jajaran pengurus DPC PPP Kota Samarinda saat berada di Pondok Pesantren Hidayatul Mutadi`in, Rabu (29/1/2020).

Ketua DPC PPP Kota Samarinda, Herman A Hasan yang juga memimpin rombongan mengatakan, kunjungannya tersebut juga bentuk simpatik kepada para santri dan pengasuh pesantren yang pesantrennya kerap terdampak banjir. Terlebih pesantren Hidayatul Mutadi`i berada di Kelurahan Bengkuring yang diketahui sebagai daerah yang sangat terdampak banjir.

Herman juga mengatakan, partainya memberikan apresiasi atas eksistensi pesantren di era milenial seperti saat ini. Menurutnya pesantren merupakan institusi pendidikan yang memperkuat basis, kader dan umat dibidang intelektualitas dan pengamalan ajaran dan nilai Islam sejak dini.

“Sebagai partai Islam, PPP berkewajiban terus mendukung gerak langkah pondok pesantren sebagai pengawal basis kader umat. Oleh karena itu wajib kita dukung pengembangannya,” tandas Herman.

Dalam kesempatan tersebut, Herman dan jajaran pengurus partai menyerahkan bantuan sembako seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan dan sejenisnya. Selain itu, juga menyerahkan sejumlah uang tunai untuk keperluan sehari-hari pesantren.

Sementara pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi`in, KH Salehudin menuturkan kondisi pesantrennya kepada jajaran pengurus DPC PPP Samarinda. Dikatakannya, Pesantren Hidayatul Mutadi`in telah didirkan pada 1999 silam. Santri-santri yang diasuhnya pun datang dari sejumlah daerah di Kaltim yang diantaranya secara ekonomi berasal dari keluarga tidak mampu.

“Ada juga santri yang tidak mampu, namun tetap kita terima dan telah menjadi santri di pondok ini, dan sebagian lainnya adalah anak yatim,” katanya. (RED)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: