September 28, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Benarkah DPRD Samarinda Telah Pelajari Penggunaan APBD 2020?

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | APBD Kota Samarinda Tahun Anggaran 2020 telah disahkan dalam rapat paripurna DPRD Samarinda pada Sabtu malam (30/11/2019). Sehari sebelumnya Rancangan APBD sebesar Rp3,02 triliun tersebut ditolak DPRD untuk disahkan, dengan alasan anggaran senilai Rp702 miliar belum dijelaskan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Samarinda.

Baca Juga: Mayoritas Fraksi DPRD Samarinda Meminta Kinerja Sekda Dievaluasi

Dalam rentang 24 jam kemudian, TAPD Samarinda akhirnya mampu meyakinkan DPRD Kota Samarinda agar APBD Tahun Anggaran 2020 disahkan.

Markaca

Dalam pendapat akhir dari tujuh fraksi di DPRD yang menolak pengesahan APBD pada Jumat sore (29/11/2019), menilai TAPD Kota Samarinda yang dikoordinatori Sekda Sugeng Khairudin tidak dapat bekerja dengan baik. Sehingga tujuh dari delapan fraksi meminta agar Walikota Samarinda, Syaharie Jaang melakukan evaluasi atas kinerja TAPD. Kini APBD Kota Samarinda Tahun Anggaran 2020 telah disahkan, apakah DPRD Kota Samarinda masih berkeras meminta kinerja sekda dievaluasi?

“Saya kira (masih) perlu, agar ke depan bisa bekerja lebih baik dan menjalin komunikasi yang lebih baik juga dengan DPRD,” kata Markaca dari Fraksi Gerindra.

Baca Juga: DPRD Samarinda Didesak Bentuk Pansus TPK Palaran

Meski hanya dalam waktu 24 jam, anggaran senilai Rp702 miliar yang awalnya dipertanyakan DPRD akhirnya dapat dijelaskan oleh TAPD Pemkot Samarinda.
“Sebenarnya tidak ada masalah, masalahnya cuma TAPD merinci aja, tapi setelah ada perbaikan clear semuanya,” katanya lagi.

Apakah dalam waktu 24 itu, DPRD Kota Samarinda sudah dapat mempelajari penggunaan anggaran senilai Rp702 miliar yang merupakan selisih antara KUA-PPAS sebesar Rp2,3 triliun dengan RAPBD senilia Rp3,02 triliun?

Baca Juga: Akhirnya Dimiliki Pelindo IV, Komisi I Pertanyakan Kerja Sama di TPK Palaran

“Sebelumnya sudah dipelajari, cuma karena ada tambahan bankeu dan DAK itu saja kita minta penjelasan yang intinya kemarin tidak menolak, cuma supaya dijelaskan secara rinci oleh TAPD,” jelas Markaca.

Terkait dengan apakah masih diperlukan evaluasi terhadap kinerja Sekda Kota Samarinda usai pengesahan APBD 2020. Sejumlah petinggi fraksi lainnya di DPRD saat dikonfirmasi tidak memberikan tanggapan. (OY)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: