Tue. Mar 2nd, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Soal Penanganan Praktik Bully di Sekolah, Ini Kata Kadisdik Samarinda

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Maraknya peristiwa perundungan (bully) yang terjadi antar siswa di sekolah di tanah air kerap mewarnai pemberitaan medica cetak, daring dan elektronik. Selain menyebar secara viral di media sosial, perundungan menimbulkan kekhawatiran bagi kalangan wali murid juga para guru.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Samarinda, Asli Nuryadin, perundungan terjadi akibat siswa kurang memahami dan kurang dapat menerima perbedaan dikalangan pelajar.

“(Bully) itu permasalahan sosial. Akibat anaka-anak kurang memahami perbedaan antar siswa. Jadi perlu memperkuat pendidikan mental, akhlak, dan agama,” katanya kepada kalpostonline, Senin, (24/2/2020).
Guna tujuan tersebut, kata dia, Pemerintah Kota Samarinda sesungguhnya telah memiliki Peraturan Wali Kota (Perwali) No 13/2015 tentang Penguatan Karakter Siswa di Sekolah.

Asli Nuryadin

“Penguatan berkaitan dengan budi pekerti dan akhlak. Kita sudah punya (perwali) tinggal dioptimalkan. Anak-anak kalau budi pekertinya kuat dia tidak akan mempan di-bully,” jelasnya.

Asli memberikan penjelasan terkait mekanisme pemrosesan peristiwa perundungan bila terjadi dan siapa yang perlu bertanggungjawab.

“Kalau itu terjadi di sekolah, pertama di-take over sekolah. Kalau sampai babak belur itu tidak boleh dibiarkan. Kalau biasa-biasa diselesaikan internal. Kalau ada anak gangguan kejiwaan akan diarahkan ke OPD perlindungan anak,” tuturnya.

Meski begitu, ia mengatakan, pendidikan siswa atau pelajar di sekolah merupakan tanggungjawab bersama. Sehingga untuk mencegah praktik perundungan perlu pencegahan bersama dengan melakukan komunikasi lintas sektoral.

“Pendidik utama dimulai di rumah tangga, tanggungjawab pendidikan tanggungjawab bersama. Sekolah jangan jadi pelengkap. Pertama kepala sekolah, wali murid, pengurus OSIS harus saling komunikasi, keterbukaan, berdikusi di sekolahan. Komunikasi dengan orang tua, masyarakat paguyuban harus dioptimalkan semua,” ujarnya memungkasi. (OY)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: