Tue. Mar 9th, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Penanganan Pasien Covid-19 Dikeluhkan, Anggota DPRD Kukar Sidak

Wakil Ketua III DPRD Kukar Siswo Cahyono memimpin sidak

TENGGARONG, KALPOSTONLINE | Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di RSUD Aji Muhammad Parikesit (AMP) dan Wisma Atlet Tenggarong Seberang, Selasa (3/11/2020).

Sidak dipimpin Wakil Ketua III DPRD Kukar Siswo Cahyono didampingi Anggota Komisi III dari PPP, H Ahmad Zulfiansyah, Ketua Komisi IV dari Fraksi PDIP, Baharuddin, Fraksi PAN Aini Faridah, Fraksi Gerindra Agustinus Sudarsono, Fraksi PKB Sarpin, dari PKS Saparuddin Pabonglean dan dari Hanura Abdul Wahab.

Ahmad Zulfiansyah sendiri yang menginisiasi Sidak kali ini, pasalnya dirinya baru saja sembuh dari Covid-19 dan diisolasi di Wisma Atlet Tenggarong Seberang bersama pasien Covid-19 lainnya. Dirinya berjanji setelah diberikan kesembuhan ingin melakukan Sidak untuk menyuarakan terkait apa saja yang menjadi keluhan pasien Covid-19 selama ditangani oleh pihak RSUD AMP.

Adapun sidak pertama dilakukan di RSUD AMP, rombongan dewan diterima langsung oleh jajaran Direksi RSUD AMP yakni Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan dr Mauritz Silalahi, Wadir Umum dan Keuangan dr. Ibnoe Sudjarto dan Kabag Umum Eeni Tri Wahyuni serta turut mendampingi dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Marsidik.

“Di Rumah Sakit ini kami cukup menyayangkan di Poli Khusus Covid-19, penanganan bagi pasien sangat kurang layak karena hanya dari tenda darurat BPBD. Kalau siang, suhu udaranya sangat panas dan kalau malam tentu sangat dingin, kasihan pasien yang terduga, tidak terduga dan positif Covid-19 ini. Jangan kan yang sakit, kita yang sehat saja tidak betah kalau suhu nya seperti ini, kasihan,” kata Zulfiansyah.

Dari keterangan yang disampaikan pihak Rumas Sakit menanggapi keluhan ini, upaya yang dilakukan sejauh ini sudah maksimal, pasalnya ruangan yang tersedia sudah tidak ada lagi. Dan pihak rumah sakit tentu harus memisahkan pasien sakit umum dengan pasien Covid-19.

Menjawab hal ini, Wadir Pelayanan RSUD AMP dr Mauritz Silalahi menjelaskan, untuk pasien yang di tenda darurat poli khusus sedianya  sudah dipisahkan. Sehingga usulan terkait pengadaan AC standing perlu dilihat kembali  berapa yang dibutuhkan. Karena, pihak rumah sakit kata Maurits   sudah memisahkan, bagi pasien yang dicurigai dan tidak dicurigai Covid-19 dipisahkan dengan pesien yang positif.

“Jadi diupayakan jika memang harus ada AC standing, arah anginnya pun dihindarkan dari yang positif ke yang dicurigai. Kami akan bicarakan lagi dengan tim pengendalian infeksi,” terang Mauritz.(ADV)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: