Sun. Mar 7th, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Meski New Normal, Air PDAM di Samarinda Belum Normal

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Ibarat kata pepatah “Sudah jatuh tertimpa tangga” cukup untuk disematkan kepada sebagian warga kota Samarinda, Kalimantan Timur. Bila beberapa waktu lalu, warga Samarinda yang terdampak banjir menerima bantuan dari pemerintah, namun tidak bagi warga Samarinda yang mengalami krisis air bersih. Sebab, dimasa pandemi seperti ini yang kebutuhan air bersih meningkat sebagaimana konsumsi listrik, semestinya pemerintah kota Samarinda lebih memiliki kepekaan kepada warganya.

“Sekarang orang kan disuruh banyak di rumah saja, tapi kalau air bersihnya dari PDAM macet bagaimana?. Sudah ekonomi sulit ditambahin di rumah krisis air bersih. Kapan normalnya?” kata Arbayah penjual kelontong yang merupakan warga Perum Sambutan Asri Jalan Pelita IV Kecamatan Sambutan saat berbincang dengan media ini, Kamis (11/6/2020).

Guna memenuhi kebutuhan harian, perempuan paruh baya tersebut mengaku harus membeli air bersih seharga Rp90 ribu untuk 1200 liter air bersih.

Warga Perum Sambutan Asri yang terdampak krisis air bersih membeli air bersih seharga Rp90 ribu untuk 1200 liter

“Terpaksa beli, kan tidak ada bantuan dari pemerintah,” sambungnya.

Hal serupa juga dilontarkan warga Perum Sambutan Asri lainnya. Solihin yang sehari-hari bekerja sebagai penjual makanan gorengan di rumahnya mengaku sangat terbebani saat air bersih PDAM tidak mengalir selama satu pekan lebih.

“Aku ini kan penjual gorengan kalau beli air itu kan mahal, jadi susah tambah susah. Maunya air PDAM itu lancar karena sudah belasan tahun gak ada perubahan malah sering mati air,” kata Solihin yang sudah belasan tahun menjad warga Perum Sambutan Asri.

Sementara itu, Kepala Wilayah PDAM Tirta Kencana kecamatan Sambutan, Adul saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp tidak memberikan tanggapan. (OY)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: