Thu. Feb 25th, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Keuangan Kaltim Triwulan II 2020 Menurun

Bank Indonesia Kalimantan Timur

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) pada triwulan II 2020 mengalami kontraksi terutama akibat pelemahan permintaan baik domestik maupun global yang tidak lepas dari dampak pandemi COVID-19. Di sisi lapangan usaha, hampir seluruh komponennya mengalami kontraksi, khususnya kinerja lapangan usaha utama Kaltim yakni pertambangan dan penggalian serta industri pengolahan. Dari sisi pengeluaran, kontraksi terjadi pada hampir seluruh komponen pembentuknya, kecuali PMTB (investasi) yang tetap tumbuh positif.

Bank Indonesia (BI) Dalam laporannya mengungkapkan bahwa, Kinerja keuangan pemerintah daerah di Kaltim pada triwulan II 2020 mengalami penurunan yang bersumber dari rendahnya realisasi belanja dan pendapatan pemerintah Provinsi. Di tingkat Pemerintah Provinsi, kinerja keuangan pada triwulan II 2020 menurun dari sisi pendapatan dan penyerapan anggaran belanja. Persentase Realisasi pendapatan 10 Kabupaten/Kota di wilayah Kaltim sampai dengan triwulan II 2020 mengalami penurunan yang diikuti juga dengan belanja yang cenderung melemah. Realisasi belanja APBN wilayah Kaltim triwulan II 2020 mencapai 22,77% dari pagu belanja APBN.

Inflasi Kaltim triwulan II 2020 tercatat 1,52% (yoy), lebih rendah dibandingkan 2,19% (yoy) pada periode sebelumnya dan berada di bawah rentang target inflasi nasional 3,0±1% (yoy). Relatif rendahnya inflasi Kaltim pada triwulan II 2020 terutama masih bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok penyediaan makanan dan minum. Inflasi yang rendah juga bersumber dari lebih dalamnya deflasi yang terjadi pada kelompok transportasi.

Stabilitas keuangan daerah Provinsi Kaltim pada triwulan II 2020 mengalami penurunan seiring dengan perekonomian Kaltim yang tengah mengalami kontraksi. Perkembangan penghimpunan DPK (Dana Pihak Ketiga) Kaltim pada triwulan II 2020 masih mengalami pertumbuhan positif meski lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya. Sejalan dengan perlambatan DPK, penyaluran kredit Kaltim pada triwulan II 2020 juga tumbuh melambat, namun masih berada di atas peningkatan pertumbuhan kredit nasional.Pada triwulan II 2020, transaksi nontunai di Kaltim meningkat dari segi nominal ,tetapi menurun secara volume. Pada triwulan II 2020, transaksi tunai berupa aliran uang kartal di Kaltim mencatat posisi net outflow yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selama triwulan II 2020, Bank Indonesia mendorong inovasi dan perluasan elektronifikasi transaksi keuangan di Kaltim sehingga transaksi nontunai mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Kondisi ketenagakerjaan di Kaltim pada Februari 2020 mengalami perbaikan dibandingkan periode Februari 2019. Perbaikan kondisi ketenagakerjaan Kaltim tercermin dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Februari 2020 sebesar 72,15% yang mengalami peningkatan dibandingkan dengan Februari 2019 sebesar 70,44%. Di sisi lain, kesejahteraan Kaltim pada Februari 2020 menunjukkan penurunan dibanding Februari 2019. Hal tersebut tercermin dari Tingkat Kemiskinan Kaltim Februari 2020 sebesar 6,10%, lebih tinggi dibandingkan Februari 2019 sebesar 5,94%.

Perekonomian Kaltim pada triwulan IV 2020 diprakirakan akan lebih baik dibandingkan dengan triwulan sebelumya seiring dengan membaiknya ekonomi negara mitra utama, pelonggaran pembatasan aktivitas yang telah diterapkan pemerintah, serta percepatan realisasi program pemulihan ekonomi nasional. Perekonomian Kaltim untuk keseluruhan tahun 2020 diprakirakan akan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya akibat pandemi COVID-19.

Inflasi Kaltim pada triwulan IV 2020 diprakirakan akan lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya namun tetap berada pada rentang sasaran inflasi nasional. Secara keseluruhan 2020, inflasi Kaltim diprakirakan akan lebih tinggi namun masih terkendali pada level yang rendah dan stabil serta masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional. (AZ)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: